Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Langkah Sederhana Berdampak Panjang, Saat Tumbler Jadi Identitas Baru di Unimus

14 Oktober 2026, 13:47 WIB • 3 menit baca
Empat mahasiswi berjilbab sedang belajar bersama menghadap laptop di gazebo taman kampus dengan botol minum/tumbler logo UNIMUS berdiri di atas meja.
Suasana keakraban empat mahasiswi UNIMUS yang sedang berdiskusi kelompok menggunakan komputer jinjing di gazebo kampus. Berdirinya botol minum (tumbler) isi ulang berlogo UNIMUS di meja belajar menjadi bukti nyata keberhasilan pencanangan gerakan wajib tumbler demi mewujudkan lingkungan kampus hijau (Green Campus) dan bebas sampah plastik sekali pakai.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Perubahan besar untuk menyelamatkan bumi dari ancaman sampah plastik selalu bermula dari langkah-langkah kecil di sekitar kita. Di tengah riuk pikuk aktivitas akademis, kebiasaan membawa botol minum isi ulang kini menjelma menjadi identitas baru bagi para mahasiswa.

Langkah humanis inilah yang terus diperkuat oleh Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melalui pencanangan gerakan wajib tumbler bagi seluruh warga kampus. Kebijakan ini menyasar dosen, tenaga kependidikan, hingga ribuan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 yang mulai memegang tumbler sejak Masa Ta’aruf (Masta) lalu.

UNIMUS menyadari bahwa potensi penumpukan sampah kemasan sekali pakai dapat membebani lingkungan jika dibiarkan tanpa kendali. Oleh sebab itu, tradisi membawa tempat minum sendiri hadir sebagai solusi jangka panjang untuk membentuk gaya hidup yang peduli pada kelestarian alam.

Wakil Rektor III UNIMUS Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Eny Winaryati, M.Pd., menegaskan bahwa kampus memikul peran strategis dalam menyemai karakter positif generasi muda. Menurutnya, kepedulian lingkungan harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari yang terus melekat hingga mahasiswa lulus.

“Kampus bukan hanya tempat memproduksi ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat menyemai kebiasaan baik. Dengan membawa tumbler sendiri, kita tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga membangun gaya hidup berkelanjutan yang akan dibawa oleh mahasiswa hingga ke masyarakat luas,” ungkap Eny Winaryati.

Menyediakan Fasilitas Air Bersih demi Kenyamanan Warga Kampus

Untuk menjaga konsistensi gerakan ini, pihak universitas melengkapi sarana penunjang di berbagai sudut area perkuliahan. UNIMUS memperbanyak penyediaan stasiun air minum (water station) di titik-titik strategis agar seluruh warga kampus dapat mengisi ulang air dengan praktis.

Fasilitas ini mempermudah mahasiswa dalam menjaga hidrasi tubuh tanpa perlu membeli minuman kemasan plastik. Langkah nyata tersebut membuktikan bahwa kampus tidak sekadar memberi imbauan, melainkan juga menghadirkan dukungan infrastruktur yang memadai.

Lama-kelamaan, kebiasaan memegang tumbler berjalan alami dan menciptakan pemandangan sejuk di koridor-koridor fakultas. Kepedulian terhadap lingkungan pun tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan kebutuhan hidup yang menyenangkan.

Menuju Kampus Hijau Berstandar Internasional

Selanjutnya, gerakan pengurangan sampah plastik ini memperkuat komitmen UNIMUS menuju predikat Green Campus secara berkelanjutan. Langkah ini beriringan dengan target peningkatan capaian kampus dalam pemeringkatan internasional UI GreenMetric.

Melalui ajang penilaian lingkungan perguruan tinggi tersebut, universitas terus membenahi pengelolaan sampah, efisiensi energi, hingga penataan infrastruktur ramah lingkungan. Wakil Rektor I UNIMUS, Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si., menekankan bahwa partisipasi aktif dari seluruh elemen merupakan kunci utama keberhasilan gerakan ini.

Integrasi antara kesadaran individu dan kebijakan institusi akan membawa dampak positif yang luas bagi masyarakat sekitar. Pada akhirnya, kebiasaan kecil dari halaman kampus Semarang ini menjadi modal berharga dalam merawat masa depan bumi yang lebih sehat dan bersih.

Kontributor: Tri Setia Budi
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: