Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Menaklukkan Raudhah Masjid Nabawi 4 Kali, Antara Kemahiran Cara Daftar Raudhah Aplikasi Nusuk dan Ancaman Tumbang

7 Mei 2026, 06:27 WIB 4 menit baca
Jemaah haji pria Kloter 28 SOC Semarang tersenyum dan mengacungkan jempol saat dijenguk petugas setelah berhasil masuk area Raudhah berbekal pemahaman cara daftar Raudhah aplikasi Nusuk.
Raut bahagia memancar dari jemaah pria Kloter 28 SOC saat menerima kunjungan petugas haji di Hotel Taibah Front. Tensi darah yang sempat melonjak tak menyurutkan senyum mereka usai sukses menembus penjagaan askar berkat pemahaman cara daftar Raudhah aplikasi Nusuk. (Foto: dok.KBIHU Muhammadiyah)

MADINAH, muhammadiyahsemarangkota.orgSuara batuk kering sesekali memecah keheningan lorong Hotel Taibah Front. Pagi kemarin, Rabu (6/5/2026), rombongan petugas menyusuri kamar-kamar untuk mengecek kesehatan jemaah haji 2026. Wajah-wajah lelah menyambut kedatangan petugas.

Segelintir jemaah tampak masih pucat. Namun, banyak juga yang melempar senyum lebar. Mereka bangga menceritakan keberhasilan mempraktikkan cara daftar Raudhah aplikasi Nusuk malam sebelumnya. Mereka bahkan mengacungkan jempol saat dokter memasang manset pengukur tekanan darah kepada para jemaah haji Muhammadiyah Semarang Kloter 28 SOC.

Fase ini sangat krusial. Mereka kini memasuki hari keenam di Kota Nabi. Dinihari sebelumnya, jemaah masih sanggup menahan dinginnya angin malam. Mereka begitu khusyuk meresapi syahdunya tahajud di rooftop Masjid Nabawi. Namun, cuaca ekstrem khas tanah Arab mulai menguras tenaga. Realitas fisik jemaah pun menagih haknya.

Nekat Tembus Raudhah via Aplikasi Nusuk

Rasa rindu kepada Rasulullah SAW memang luar biasa. Perasaan ini sering kali mengalahkan batasan usia dan lelah fisik. Tim petugas Kloter 28 SOC acapkali menemui situasi yang dilematis. Mereka melihat jemaah rela menembus batas tenaga. Tujuannya hanya satu, yakni bersimpuh di area Raudhah Masjid Nabawi berkali-kali.

Padahal, tasrih resmi dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) belum terbit. Tasrih merupakan surat izin resmi kolektif dari pemerintah Arab Saudi. Surat ini mengatur jadwal jemaah reguler masuk ke Raudhah.

Alih-alih pasrah menunggu, para jemaah lansia ini mendadak menjadi pandai berteknologi. Mereka gigih mencoba berbagai cara daftar Raudhah aplikasi Nusuk secara autodidak. Platform digital resmi milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi ini memang mengizinkan umat Islam memesan izin kunjungan secara mandiri.

“Bahkan tasrih dari PPIH Arab Saudi sampai sekarang untuk kloter 28 belum, belum ada satupun. Tapi jamaah secara mandiri melalui aplikasi Nusuk, melalui HP-nya masing-masing sudah masuk ke Raudhah,” papar Ustadz Nurbini, Pembimbing Ibadah (TPIHI) Kloter 28 SOC, dalam laporan eksklusifnya kepada muhammadiyahsemarangkota.org, Rabu (6/5/26) malam.

Patroli Pintu ke Pintu Meredam Ambisi

Tim petugas haji Kloter 28 SOC tampak melakukan visitasi ke kamar jemaah perempuan di Hotel Taibah Front, Madinah, Rabu (6/5/2026).

Tingginya antusiasme jemaah ini dipantau dengan seksama oleh petugas kloter. Mereka segera menggelar visitasi dan patroli kesehatan dari pintu ke pintu. Tim ini melibatkan Ketua Kloter Tina Mariana, Ustadz Nurbini, dan dr. Fajar Rifki Prasetya. perawat Victory Adi Nugroho serta petugas petugas haji daerah (PHD) Yusti Annur dan Mico Andi Atmono turut mendampingi. Mereka menyisir kamar jemaah untuk melakukan tindakan preventif.

“Di hari yang keenam di Kota Madinah ini sudah jemaah sudah mulai banyak yang terkena flu, batuk, tensinya tinggi, ya karena mereka terlalu semangat untuk beribadah, terutama mereka mengejar ke Raudhah. Sudah ada yang sampai empat kali ke Raudhah,” tegas Ustadz Nurbini.

Selain itu, ia juga menyoroti dampak kelelahan akibat antusiasme tinggi jemaah dalam mengejar ibadah sunnah haji tersebut.

“Bahkan ada yang sampai empat kali ke Raudhah. Nah ini membuat mereka terporsir, sehingga banyak yang sudah capek, meskipun sudah kita ingatkan untuk menjaga, untuk tidak terlalu memporsir, karena ibadah utama haji masih panjang,” lanjutnya.

Fokus Menjaga Fisik Jelang Puncak Haji

Kini, petugas menghadapi tugas yang lebih menantang. Mereka tidak sekadar membimbing doa jemaah. Sebaliknya, petugas harus merayu jemaah agar mau beristirahat penuh. Mereka mengingatkan bahwa puncak ibadah haji di Arafah masih sangat jauh.

Jemaah wajib menyiapkan kondisi fisik prima untuk rukun haji di Makkah. Rangkaian berat ini mencakup wukuf di Padang Arafah pada 9 Zulhijjah. Selanjutnya, jemaah akan berjalan menuju Muzdalifah untuk mabit (bermalam). Mereka juga harus berjalan kaki memprosesi lempar jumrah saat hari tasyrik. Seluruh prosesi ini menuntut ketahanan fisik dan pernapasan yang ekstra kuat.

“Tujuan utama adalah haji, dan puncak haji masih cukup panjang. Sehingga kami betul-betul mewanti-wanti jemaah untuk bisa jangan dihabiskan tenaganya di Madinah ini,” pungkas Ustadz Nurbini.

Sementara itu, dr. Fajar tampak tersenyum mafhum di sudut kamar lain. Ia baru saja memeriksa seorang jemaah pria yang tensinya sempat melonjak. Jemaah itu tertawa kecil sambil memberikan pose jempol ke arah kamera.

Pemandangan ini merekam potret human interest yang menyentuh. Raga mereka meradang karena lelah mencoba cara daftar Raudhah aplikasi Nusuk, tetapi jiwa mereka mekar oleh cinta kepada Nabi di Tanah Suci.

Kontributor: KBIHU Muhammadiyah
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: