Kebangkitan Umat 2026 Dimulai dari Penguatan Akidah dan Ekonomi Berbasis Masjid
SEMARANG TIMUR, muhammadiyahsemarangkota.org – Menyongsong momentum Kebangkitan Umat 2026, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dr. Jumai menegaskan, bahwa penguatan akidah dan ekonomi umat Islam berbasis masjid adalah kunci utama menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Pernyataan tersebut muncul dalam Pengajian Ahad Pagi di Masjid At Taqwa Halmahera, Semarang Timur, Ahad (4/1/2026). Ia menekankan bahwa kebangkitan umat mustahil terwujud tanpa energi spiritual dari iman yang kokoh.
Dr. Jumai memperingatkan bahwa arus sekularisme kini tengah mengancam fondasi keimanan generasi muda. “Fenomena pengkerdilan aqidah harus kita respons secara serius karena akidah yang kuat adalah modal utama bagi keberanian dakwah,” tegas akademisi dari Unimus itu.
Menurutnya, sejarah membuktikan bahwa setiap kejayaan Islam selalu berawal dari pembersihan tauhid. Tanpa fondasi ini, umat hanya akan terjebak dalam simbolisme tanpa memiliki daya tahan ideologi menghadapi tantangan dakwah 2026.
Masjid Sebagai Pusat Solusi
Selain benteng iman, strategi dakwah Muhammadiyah kini mengarah pada transformasi fungsi tempat ibadah secara radikal. Dr. Jumai mendorong agar pengelola masjid tidak hanya terpaku pada urusan ritual semata. “Masjid tidak boleh hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi harus hadir sebagai pusat problem solving bagi persoalan ekonomi jamaah,” tambah Dr. Jumai.
Ia ingin melihat masjid sebagai pusat solusi yang mampu memutus mata rantai kemiskinan melalui pengelolaan dana umat yang profesional. Visi besar ini menempatkan kemandirian finansial sebagai pilar kedua dalam peta jalan kebangkitan umat 2026.
Dr. Jumai meyakini bahwa umat Islam akan memiliki daya tawar sosial yang tinggi jika memiliki kemandirian ekonomi yang kuat. Oleh karena itu, gerakan “Jamaah Tumbuh, Pergerakan Dakwah Tangguh” menjadi slogan utama untuk menggerakkan potensi ekonomi jamaah. Masjid harus bertransformasi menjadi laboratorium kewirausahaan yang melahirkan kemaslahatan nyata bagi masyarakat luas.
Menutup kajiannya, tokoh Muhammadiyah Semarang ini mengajak seluruh jemaah untuk bersiap mengambil peran aktif dalam perubahan ini. Sinergi antara akidah yang lurus dan ekonomi yang mandiri merupakan kunci untuk mewujudkan Islam yangrahmatan lil ‘alamin.
Ia optimis bahwa gerakan dari masjid-masjid di Semarang akan menjadi motor utama kebangkitan umat 2026. Melalui langkah nyata ini, umat Islam diharapkan mampu membawa dampak positif yang luas bagi kemajuan bangsa.
Baca juga:
Transformasi Masjid: Dari Ruang Ibadah Jadi Pusat Solusi Hidup Umat