Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Hobi Tidur Lagi Setelah Subuh? Awas Peringatkan Penghambat Rezeki!

26 Juli 2026, 10:33 WIB • 3 menit baca
Pria dewasa tampak tertidur lelap di bawah selimut di dalam kamar tidur berlampu temaram, menggambarkan kebiasaan merebahkan diri setelah fajar yang diperingatkan dapat mengikis keberkahan shalat subuh dan menghambat rezeki.
Visualisasi kebiasaan tidur kembali di pagi hari yang mengingatkan umat muslim untuk mawas diri agar tidak melewatkan momentum pembagian rezeki dan keberkahan shalat subuh di waktu fajar.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Kebiasaan merebahkan diri kembali di atas kasur setelah menuntaskan shalat Subuh menjadi fenomena yang kerap menjebak masyarakat modern. Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan sepele ini justru menghambat pintu-pintu rezeki yang Allah bagikan pada waktu pagi.

Padahal, awal hari merupakan penentu utama keselamatan serta kelancaran urusan seseorang sepanjang hari. Peringatan penting tersebut mengemuka dalam Kajian Ahad Pagi di Masjid Al-Ikhlas Semarang pada Ahad (26/7/2026).

Pengasuh kajian pekanan tersebut, Drs. H. Jumadi, M.Pd., mengurai secara gamblang keberkahan shalat Subuh yang sering kali terabaikan oleh kaum muslimin. Forum subuh ini membeberkan deretan rahasia kejayaan orang-orang sukses yang senantiasa menjaga waktu fajar.

Oleh karena itu, Wakil Ketua PDM Kota Semarang tersebut menegaskan bahwa siapapun yang mendirikan shalat Subuh secara konsisten berada dalam jaminan perlindungan Allah SWT. Allah akan memasang benteng perlindungan untuk kesehatan, rezeki, hingga keselamatan hamba-Nya dari ancaman musibah.

Penghalang Rezeki Hingga Tanda Iman

Sementara itu, penceramah ini menyoroti pandangan para ulama mengenai dampak buruk tidur setelah Subuh. Waktu pagi merupakan momen puncak pembagian rezeki, sehingga kedisiplinan bangun Subuh menjadi kunci utama kesuksesan para pedagang hingga tokoh dunia.

Selanjutnya, Pengasuh Kajian Ahad Pagi Masjid Al-Ikhlas ini menyebutkan bahwa ketangguhan melawan rasa kantuk demi shalat Subuh berjamaah menjadi bukti nyata keimanan seseorang. Ibadah Subuh berjamaah bahkan mengganjar pelakunya dengan pahala setara shalat semalam suntuk.

“Rasulullah SAW berdoa, Ya Allah berkahilah umatku di waktu pagi mereka. Barang siapa shalat Subuh, maka dia berada dalam jaminan Allah. Para ulama juga mengingatkan bahwa tidur setelah Subuh menghalangi rezeki karena waktu itu Allah membagikan rezeki kepada hamba-Nya,” tegas Jumadi di hadapan para jamaah.

Trik Istiqomah Subuh

Di sisi lain, majlis ilmu ini membagikan panduan praktis agar umat muslim sanggup menjaga konsistensi shalat Subuh setiap hari. Tuntunan Nabi Muhammad SAW mengarahkan umat untuk menghindari kebiasaan mengobrol tanpa guna setelah waktu Isya agar tidak kesiangan.

Maka dari itu, masyarakat perlu membangun sinergi saling mengingatkan di dalam rumah tangga bersama pasangan dan anak-anak. Langkah memasang alarm serta memanjatkan doa sebelum tidur menjadi benteng utama dari godaan rasa malas.

Guna menutup rangkaian nasihatnya, Tokoh Akademisi Semarang tersebut mengingatkan bahwa dua rakaat sebelum Subuh memiliki nilai yang jauh lebih berharga daripada dunia beserta isinya. Keberkahan hidup bermula dari kesungguhan mengagungkan perintah Allah di waktu fajar.

“Dua rakaat sebelum Subuh itu lebih baik daripada dunia dan seisinya. Mari kita jaga Subuh, karena barang siapa yang menjaga Subuh, maka Allah akan menjaga seluruh jalan hidupnya,” pungkas Drs. H. Jumadi, M.Pd. mengakhiri materi kajiannya.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: