Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Mendobrak Sekat Agama: Muhammadiyah dan Vatikan Bersatu Demi Masa Depan Pendidikan Dunia

11 Mei 2026, 20:45 WIB 2 menit baca
Foto dokumentasi pertemuan formal di sebuah ruangan klasik di Vatikan. Tampak delegasi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang mengenakan setelan jas gelap dan batik, berfoto bersama jajaran pejabat Vatikan. Di tengah barisan, terlihat Kardinal George Jacob Koovakad mengenakan jubah putih khas Takhta Suci dan solideo merah. Di latar belakang, terdapat interior megah dengan lukisan dinding (fresco) klasik, pilar-pilar marmer, dan arsitektur khas Eropa, menciptakan suasana pertemuan tingkat tinggi yang sangat bersejarah.
Delegasi UMY yang dipimpin Rektor Prof. Achmad Nurmandi bersama Duta Besar RI untuk Takhta Suci saat diterima oleh Kardinal George Jacob Koovakad di Vatikan (5/5/2026). Pertemuan ini menandai dimulainya kolaborasi pendidikan lintas iman yang berfokus pada akses bagi kaum marjinal dan penguatan perdamaian dunia melalui implementasi Deklarasi Istiqlal.

Yogyakarta, muhammadiyahsemarangkota.org — Sebuah langkah besar bagi dunia pendidikan baru saja lahir dari jantung Vatikan. Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menjalin aliansi strategis dengan Takhta Suci Vatikan. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terpilih menjadi jembatan utama dalam kolaborasi lintas iman ini. Kesepakatan ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman sanggup mencerdaskan kehidupan bangsa secara universal.

Dilansir dari laman yogyakarta.kompas.com, delegasi UMY bertemu Dikasteri Dialog Antaragama di Vatikan pada Selasa (5/5/2026). Mengutip dari laman tersebut pada Senin (11/05/2026), UMY akan menyusun Nota Kesepahaman (MoU) bidang pendidikan. Rektor UMY, Prof. Achmad Nurmandi, memimpin langsung misi bersejarah ini bersama Duta Besar RI untuk Takhta Suci.

“Kunjungan ini memberikan harapan yang menunjukkan penerimaan terhadap keberagaman dan keterbukaan terhadap kolaborasi antaragama,” ujar Kardinal George Jacob Koovakad saat menerima delegasi.

Misi Kemanusiaan: Akses Pendidikan untuk Kaum Marjinal

Vatikan memberikan apresiasi luar biasa terhadap kiprah nyata Muhammadiyah di dunia pendidikan. Kardinal Koovakad menekankan pentingnya akses sekolah bagi kaum perempuan dan warga miskin. Pendidikan harus menjadi alat utama untuk mencerahkan masa depan generasi muda. Lewat ilmu pengetahuan, kedua belah pihak yakin mampu mempromosikan martabat manusia setinggi mungkin.

Kerja sama ini juga bertujuan kuat untuk membendung arus ekstremisme global secara masif. Ilmu pengetahuan yang benar akan menciptakan harmoni antarumat beragama di masa depan. Fokus utama kolaborasi ini adalah inklusivitas dalam dunia akademik bagi kelompok terpinggirkan. Setiap anak bangsa berhak mendapatkan kesempatan belajar yang sama tanpa terkecuali.

“Pendidikan merupakan alat utama untuk mencerahkan kaum muda, mempromosikan martabat manusia, dan mencegah ekstremisme,” tegas Kardinal Koovakad dengan optimis.

Menghidupkan Spirit Deklarasi Istiqlal di Kancah Internasional

Kolaborasi besar ini merupakan wujud nyata implementasi Deklarasi Istiqlal yang fenomenal. Pastor Markus Solo Kewuta menjelaskan bahwa Vatikan memegang teguh komitmen perdamaian tersebut secara konsisten. Indonesia kini sejajar dengan negara-negara besar lain yang telah menggandeng Vatikan. Semangat ini mengacu pada pertemuan Paus Fransiskus dan Imam Besar Istiqlal tahun 2024 lalu.

KBRI Vatikan segera berkoordinasi dengan Muhammadiyah dan Kementerian Agama RI pasca pertemuan Roma. Agenda besar ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi perdamaian dunia yang berkelanjutan. Jalur edukasi menjadi cara paling elegan untuk menyatukan perbedaan yang ada. Moderasi beragama kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan tindakan nyata bagi kemanusiaan.

“Kita akan berpegang teguh pada nilai-nilai di dalam Deklarasi Istiqlal, khususnya dalam mengajukan perdamaian,” pungkas Pastor Markus Solo Kewuta menutup perbincangan.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: