Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Kunci Menuju Surga Dimulai dari Rumah: Suami Adalah Surga dan Nerakamu

30 September 2025, 09:34 WIB 4 menit baca
Kunci Menuju Surga Dimulai dari Rumah: Suami Adalah Surga dan Nerakamu

SEMARANG SELATAN,muhammadiyahkotasemarang.org– Pernahkah terbersit di benak kita, mengapa hidup ini terkadang terasa berat, penuh ketegangan, bahkan membuat dada terasa sempit di dalam rumah sendiri?

Pertanyaan mendasar ini mengawali pengajian rutin Majelis Taklim Al Istiqomah di Masjid Al Istiqomah Mugassari, pada Ahad, (21/09/25).

Dengan mengusung tema penting “Suami Adalah Surgamu dan Nerakamu,” Ustad Amiril Edi Pranomo memaparkan bahwa visi utama kita sebagai hamba adalah mengabdikan diri sepenuhnya kepada-Nya dan berjuang demi mencapai Kebaikan Dunia Akhirat. Dan tahukah Anda, perjalanan menuju surga dan neraka itu seringkali dimulai dari keluarga, dari kualitas hubungan suami istri. 

Tujuan hakiki dalam membina rumah tangga adalah meraih kebahagiaan seutuhnya, mewujudkan Keluarga Sakinah (tenang, penuh cinta, dan kasih sayang). Allah SWT telah menjadikan pasangan (suami/istri) agar kita dapat merasa tenteram dengannya.

Namun, realitasnya, banyak rumah tangga yang jauh dari harapan, diwarnai percekcokan, egoisme, bahkan kekerasan fisik—sebuah gambaran yang kerap disebut, “Rumahku bagai neraka”. Lantas, bagaimana mewujudkan janji Illahi tentang Rumah Tangga Bahagia yang abadi? 

Kekayaan Sejati Bukanlah Harta

Ustad Amiril mengingatkan bahwa kunci utama kebahagiaan di dunia bukanlah melimpahnya harta. Rasulullah SAW bersabda:

“Yang namanya kaya bukanlah dengan memiliki banyak harta, akan tetapi yang namanya kaya adalah hati yang selalu merasa cukup,” katanya menyitir hadis riwayat Bukhari no. 6446, Muslim no. 1051, Tirmidzi no. 2373, Ibnu Majah no. 4137)

Merasa cukup, atau qana’ah, mungkin terdengar sulit. Namun, jalan termudah untuk mencapainya adalah dengan banyak bersyukur. Allah berjanji, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim: 7)

Pengajian ibu-ibu majelis taklim ini juga menyoroti fenomena siapa mayoritas penghuni surga dan neraka. Ironisnya, mayoritas penduduk neraka adalah wanita dan juga orang kaya yang bergelimang harta dan gemar mengumpulkan kekayaan secara berlebihan (bermegah-megahan adalah lambang kekayaan).

Orang kaya yang sibuk menghitung-hitung harta hingga lalai dari ibadah diancam kecelakaan oleh Allah (QS Al-Humazah: 1-8). Sementara itu, orang miskin justru disebut sebagai kelompok yang paling banyak memasuki surga. 

Jalan Lapang Menuju Surga Istri: Berbakti Kepada Suami

Poin krusial yang digarisbawahi oleh Ustad Amiril kepada ibu-ibu pengajian adalah bahwa suami itu bisa menjadi surga dan neraka bagi seorang istri. Nasib akhir seorang istri apakah ia akan masuk surga atau neraka sangat bergantung pada bagaimana ia memperlakukan suaminya.

Rasulullah SAW bertanya, “Apakah kamu punya suami? Wanita itu menjawab, ‘Ya.’ Rasulullah SAW berkata, ‘Perhatikan di mana posisimu terhadap suami. Sebab pada suami itu ada surgamu dan nerakamu.’” (HR. Ahmad) 

Untuk meraih gelar mulia istri shalihah perhiasan terbaik di dunia dan tiket masuk surga, kuncinya adalah berbakti kepada suami. 

Pembina rohani RS Roemani itu memaparkan beberapa kiat penting untuk menjadi istri shalihah dan membuka pintu surga. Pertama, berbakti dengan Ikhlas. Berbakti kepada suami harus dilandasi keikhlasan dan niat beribadah kepada Allah. Keikhlasan inilah yang akan membuat bakti seorang istri melebur dosa. Bahkan, istri mana saja yang meninggal dunia dalam keadaan suaminya ridha, maka ia dijamin masuk surga. 

Kedua, taat dan jaga kehormatan. Istri wajib mentaati dan menjaga kehormatan suami. Salah satu contoh istri Shalihah yang disebut sebagai ahli surga adalah yang selalu menjaga perasaan suami. Ketika suami marah, ia dengan tulus berkata, “Inilah tanganku berada di tanganmu, aku tidak bisa tidur memejamkan mata hingga engkau ridho kepadaku”. 

Ketiga, relakan suami berbakti kepada orang tua. Seorang istri yang shalihah harus memahami dan mendukung suaminya untuk tetap berbakti kepada kedua orang tuanya. Perintah untuk berbuat baik kepada orang tua bahkan disandingkan dengan perintah menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Anak yang durhaka kepada orang tua diancam tidak akan masuk surga. 

Keempat, kecantikan hanya untuk suami (anti tabarruj). Kecantikan dan perhiasan seorang istri adalah hak eksklusif suaminya. Ia harus menutup aurat dan menghindari tabarruj (pamer kecantikan di hadapan umum). Tabarruj diartikan sebagai pamer keindahan tubuh, seperti memperlihatkan kalung, anting, dan leher meski sudah memakai kerudung yang tidak sempurna.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: