Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Lestarikan Tradisi, Muhammadiyah Peringati Milad dengan Pagelaran Budaya Nusantara

20 Desember 2025, 10:28 WIB 3 menit baca
Lestarikan Tradisi, Muhammadiyah Peringati Milad dengan Pagelaran Budaya Nusantara

SEMARANG,muhammadiyahsemarangkota.org – Puncak peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah di Kota Semarang pada Ahad, 21 Desember 2025, dipastikan bakal tampil berbeda. Tak sekadar jalan sehat massal, perhelatan yang dipusatkan di Balai Kota Semarang ini mengusung misi besar: menunjukkan wajah Islam yang ramah terhadap budaya lokal melalui Pagelaran Budaya Nusantara.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dr. Fachrur Rozi, M.Ag., menegaskan bahwa keterlibatan unsur seni tradisional dalam agenda milad tahun ini adalah bukti konkret komitmen Muhammadiyah dalam menjaga jati diri bangsa. Menurutnya, Islam dan budaya tidak perlu dipertentangkan selama selaras dengan nilai-nilai tauhid.

“Islam hadir bukan untuk menghilangkan budaya yang sudah ada, melainkan untuk saling menghargai. Mari menjadi Muslim yang baik tanpa harus tercerabut dari akar budayanya sendiri,” ujar Dr. Fachrur Rozi dalam keterangannya, Sabtu (20/12/25).

Ia menambahkan bahwa Muhammadiyah di Kota Semarang ingin mengajak masyarakat untuk merawat warisan tradisi dengan cara yang benar.

“Mari menjadi Muslim yang baik, tetapi sekaligus bisa menjaga dan merawat tradisi, sepanjang budaya dan tradisi tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam,” tegas sosok yang akrab disapa Kyai Rozi tersebut.

Kolaborasi Seni di Panggung Balai Kota

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia, Bambang Supriyono, M.Pd., menjelaskan bahwa integrasi budaya ini akan tersaji nyata di panggung utama. Masyarakat akan disuguhi berbagai penampilan menarik yang memadukan unsur dakwah dan seni.

Kemeriahan akan diawali dengan kolaborasi Karawitan dan Rebana dari PCM Mijen yang memadukan harmoni gamelan Jawa dengan syiar islami.

Disusul penampilan Penembrama Aisyiyah yang memperlihatkan peran perempuan Muhammadiyah dalam melestarikan seni suara Jawa. Adapula parade seni siswa dari jenjang SD hingga SMA/SMK se-Kota Semarang.

Masyarakat umum, baik peserta jalan sehat maupun warga yang sedang berolahraga di area Car Free Day, diundang secara terbuka untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan seni yang telah dikurasi secara apik ini.

“Kami ingin peserta dan masyarakat umum merasakan suasana yang menggembirakan. Sambil menunggu pengundian doorprize utama berupa 3 paket Umroh, sepeda motor dan total tabungan 60 juta rupiah, warga bisa menikmati bazar 80 stand UMKM dan tontonan budaya yang edukatif,” ungkap Bambang.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan pagelaran budaya nusantara namun tidak bisa hadir langsung di lokasi, panitia menyediakan fasilitas live streaming secara daring melalui akun YouTube resmi @muhammadiyahkotasmg.

Komitmen Pelestari Tradisi

Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah Semarang ingin mengirimkan pesan kuat bahwa menjadi religius tidak berarti harus meninggalkan tradisi. Sebaliknya, tradisi dapat menjadi sarana dakwah yang efektif jika dikelola dengan tanggung jawab sebagai Muslim yang baik.

Acara yang diprediksi akan memutihkan area Jalan Pemuda dengan 20.000 peserta ini diharapkan menjadi momentum penguatan silaturahmi inklusif bagi seluruh warga Kota Semarang tanpa memandang latar belakang.

Adapun informasi lengkap dan terkini terkait kegiatan Jalan Sehat Muhammadiyah ini dapat diakses melalui akun Instagram resmi @muhammadiyahkotasemarang atau laman muhammadiyahsemarangkota.org.

Sementara siaran langsung gelar budaya bisa disaksikan mulai pukul 08;30 di channel youtube PDM Kota Semarang @muhammadiyahkotasmg.

Baca juga:

Peserta Membeludak! Cek 13 Lokasi Parkir Jalan Sehat Muhammadiyah Semarang agar Tetap Aman

Kontributor: Tim MPI PDM
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: