Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Bukan Malam Biasa, Inilah Alasan Malam Lailatul Qadar Disebut Malam Paling Kritis

1 Maret 2026, 21:50 WIB 3 menit baca
Bukan Malam Biasa, Inilah Alasan Malam Lailatul Qadar Disebut Malam Paling Kritis
Screenshot

SEMARANG TIMUR, muhammadiyahsemarangkota.org – Banyak yang abai, padahal Malam Lailatul Qadar adalah waktu di mana administrasi langit merinci kembali garis hidup setiap manusia.

Ahad pagi (01/03/26), suasana Masjid At-Taqwa Nurul Huda Rejomulyo tampak lebih hidup. Ratusan jamaah memadati setiap sudut ruangan dengan antusiasme tinggi. Mereka hadir bukan sekadar menjalankan rutinitas, melainkan untuk mengikuti Kajian Ramadhan Semarang yang digelar oleh PCM Semarang Timur. Fokus utama diskusi kali ini adalah membedah rahasia besar di balik Malam Lailatul Qadar.

Ustadz Drs. H. Danusiri, M.Ag., selaku Wakil Ketua PDM Kota Semarang, mengawali tausiyahnya dengan mengurai keutamaan surat Al-Qadar. Ia menegaskan bahwa bulan suci bukan hanya soal menahan lapar. Lebih dari itu, Ramadhan adalah momentum untuk menghidupkan ilmu dan memperbaiki kualitas jiwa setiap individu.

Momen Penentuan Takdir Tahunan

Selama kajian, Ustadz Danusiri menjelaskan sebuah konsep yang menggetarkan hati. Ia menyebut bahwa pada Malam Lailatul Qadar, Allah memerintahkan para malaikat untuk merinci takdir tahunan setiap hamba. Malaikat menuliskan kembali segala urusan, mulai dari rezeki, kesehatan, hingga batas usia seseorang untuk satu tahun ke depan.

“Lauhil Mahfudz adalah tempat segala ketetapan tertulis sejak awal. Namun, di malam yang agung ini, Allah menurunkan rincian operasional untuk setahun ke depan kepada para malaikat. Tidak ada satu pun peristiwa di alam semesta yang luput dari catatan-Nya,” ungkap Ustadz Danusiri dengan tegas.

Ia menjelaskan bahwa inilah alasan mengapa malam tersebut bersifat sangat personal. Ia mengajak jamaah untuk membayangkan saat nama-nama manusia sedang berproses dalam “administrasi langit”.

“Bayangkan, ini adalah malam penentuan. Saat administrasi langit sedang sibuk mencatat garis hidup Anda, posisi Anda sedang di mana? Apakah Anda sedang mengetuk pintu langit dengan doa, atau justru sedang terlelap?” tanya Ustadz Danusiri retoris.

Strategi Menjemput Malam Kemuliaan

Oleh karena itu, ia mengajak jamaah agar tidak main-main dalam mempersiapkan diri. Ia mendorong umat agar memperbanyak amalan malam ganjil sebagai bentuk ikhtiar spiritual. Menurutnya, malam kemuliaan ini adalah kesempatan emas untuk memperbaiki catatan hidup di hadapan Sang Pencipta.

“Jangan sampai kita lalai saat malaikat sedang merinci takdir. Malam itu bukan sekadar malam ganjil di sepuluh hari terakhir, ia adalah malam evaluasi total bagi perjalanan hidup kita setahun mendatang,” tambahnya.

Kepedulian Sosial di Semarang Timur

Menariknya, dakwah di PCM Semarang Timur tidak hanya berhenti pada teori spiritual. Setelah menyerap ilmu mendalam tentang Malam Lailatul Qadar, jamaah mendapatkan kejutan yang menghangatkan suasana. Panitia memberikan paket berisi satu liter minyak goreng dan camilan usus crispy untuk setiap jamaah.

Langkah konkret ini membuktikan bahwa Islam adalah agama yang menggembirakan. Selain mengejar pahala di malam kemuliaan, panitia juga mengajak umat agar tetap peka terhadap kondisi sosial di sekitar mereka. Kebersamaan ini menjadi oase di tengah persiapan menghadapi puncak bulan Ramadhan.

Harapan di Malam-Malam Terakhir

Kajian berakhir dengan sesi tanya jawab yang sangat hidup. Namun, pesan utama Ustadz Danusiri tetap terngiang jelas di telinga para jamaah. Persiapan menjemput Malam Lailatul Qadar harus dimulai dari pembenahan niat dan konsistensi ibadah harian.

Kini, para jamaah pulang dengan senyum yang lebih cerah. Mereka tidak hanya membawa minyak goreng di tangan, tetapi juga membawa tekad baru di dalam hati. Harapannya satu: semoga saat malam ganjil tiba, Allah menuliskan nama mereka dalam daftar hamba yang mendapatkan rida dan takdir yang baik.

Baca juga :

Hikmah Puasa Ramadan bagi Batin: Saat Allah Menjawab Doa Lewat Perlindungan

Rahasia Amalan Malam Ramadan Agar Tidak ‘Melempem’ di Tengah Jalan

Kontributor: Imam Abu Maulana
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: