Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Superfood Asli Pesisir, Pangan Lokal Terbaik Cegah Stunting

30 Agustus 2026, 18:52 WIB • 3 menit baca
Dr. Abdul Kohar Mudzakir mengenakan jas hitam dan peci memegang mikrofon memaparkan materi gizi perikanan di depan banner bertema Gemar Makan Ikan di Masjid At-Taqwa Bandarharjo.
Dosen FPIK Undip Dr. Abdul Kohar Mudzakir memaparkan keunggulan gizi perikanan dan manfaat ikan cegah stunting dalam pengajian kolaborasi FPIK Undip, Klinik Pratama Unimus, dan PCM Semarang Utara.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Memilih bahan pangan harian tidak sekadar memperhatikan aspek kehalalan, melainkan wajib memperhitungkan kandungan gizi bagi tubuh. Oleh karena itu, pakar perikanan dari Departemen Perikanan Tangkap FPIK Undip, Dr. Abdul Kohar Mudzakir, S.Pi., M.Si., mengupas tuntas keunggulan komoditas perikanan sebagai superfood pencegah berbagai penyakit kronis pada Minggu (30/8/2026).

Di hadapan ratusan jamaah Masjid At-Taqwa Bandarharjo, akademisi terkemuka ini membeberkan alasan ilmiah mengapa masyarakat perlu menggemari konsumsi ikan. Pemaparan berbobot tersebut terselenggara berkat kolaborasi strategis antara FPIK Undip, Klinik Pratama Unimus, dan PCM Semarang Utara melalui pengajian bertema “Gemar Makan Ikan: Halal, Menyehatkan, Thoyib, dan Bergizi”. Sebab, bahan pangan alami dari laut maupun perairan darat menyimpan gizi sempurna yang mampu meningkatkan kualitas kesehatan fisik manusia.

Kajian edukatif bertema “Gemar Makan Ikan: Halal, Menyehatkan, Thoyib, dan Bergizi” ini membuka wawasan publik mengenai kekayaan nutrisi komoditas lokal. Dosen perikanan tersebut menegaskan bahwa ikan mengandung protein murni, asam lemak omega-3, serta mineral penting yang sangat dibutuhkan tubuh.

“Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 96: ‘Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan dari laut’. Ikan tidak hanya halal, tetapi juga menyehatkan, thoyib, dan bergizi tinggi untuk mencegah stunting, menjaga kesehatan jantung, serta meningkatkan kecerdasan,” tegas Dr. Abdul Kohar Mudzakir, S.Pi., M.Si.

Target Satu Kilogram per Minggu

Selanjutnya, pakar dari FPIK Undip ini mengajak masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan jenis ikan lokal yang melimpah dan mudah didapat. Jenis komoditas seperti bandeng, lele, nila, hingga gurame memiliki kualitas nutrisi yang tidak kalah hebat dari bahan pangan impor berharga mahal.

Bahkan, sang pemateri menargetkan setiap individu sanggup mengonsumsi minimal satu kilogram ikan setiap minggunya. Pembiasaan pola makan sehat berbasis produk perikanan ini menjadi solusi paling efektif dan terjangkau dalam mengikis risiko stunting pada anak-anak.

Di samping itu, konsumsi rutin asam lemak omega-3 dari ikan mampu menjaga kelenturan pembuluh darah para lansia. Langkah sederhana ini terbukti ampuh membentengi organ jantung dari ancaman serangan penyakit mematikan.

Sinergi Medis dan Pengabdian

Sementara itu, rangkaian edukasi gizi dari FPIK Undip ini makin lengkap berkat dukungan pemeriksaan kesehatan gratis dari Klinik Pratama Unimus bersama PCM Semarang Utara. Petugas medis memeriksa kondisi fisik 50 warga lokal, mulai dari cek kadar gula darah, tekanan darah, hingga pembagian vitamin gratis.

Selain itu, pengurus PCM Semarang Utara menyambut baik kolaborasi lintas lembaga yang menggabungkan penguatan ruhiyah dan kesehatan jasmani warga pesisir. Penanganan medis secara berkala serta pemenuhan gizi ikan lokal menjadi kombinasi tepat untuk menyejahterakan masyarakat.

Dengan demikian, pemaparan mengenai manfaat ikan cegah stunting ini berhasil menyadarkan publik pesisir Semarang Utara. Kebiasaan mengonsumsi makanan sehat yang halal dan thoyib bakal menjadi benteng utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan berkemajuan.

Kontributor: Abdul Kohar
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: