Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Bikin Gemas! Rahasia Menanamkan Nilai Islami Sejak Dini Tanpa Rasa Bosan

3 Maret 2026, 08:30 WIB 3 menit baca
Foto suasana di dalam masjid dengan lantai ubin putih dan pilar hijau. Tampak puluhan anak-anak laki-laki dan perempuan mengenakan busana muslim duduk bersila menyimak seorang ustadzah berhijab cokelat yang berdiri memegang mikrofon. Di latar belakang terdapat deretan piala di atas meja hijau dan spanduk bertuliskan "FESTIVAL ANAK SALEH 1447 HIJRIYAH".
Suasana Festival Anak Saleh (FAS) yang berlangsung di Masjid Taqwa Al Mukarramah, Gayamsari, pada akhir pekan (28/2/2026 – 1/3/2026). Kegiatan ini menjadi sarana menumbuhkan keberanian dan karakter religius anak sejak dini melalui metode pendidikan yang menyenangkan dan kreatif.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Suara getar lantunan ayat suci dari bibir mungil anak-anak seketika mencairkan suasana pagi di Masjid Taqwa Al Mukarramah, Gayamsari. Buktinya, rona merah di pipi dan jemari yang saling menggenggam erat menjadi pemandangan paling menyentuh dalam Festival Anak Saleh akhir pekan ini. Alhasil, setiap pasang mata orang tua yang hadir merasakan kebanggaan luar biasa melihat keberanian buah hati mereka tampil di depan publik.

Momen ini menjadi bukti nyata bahwa menanamkan nilai islami sejak dini tidak harus melalui metode yang kaku dan membosankan. Pasalnya, melalui beragam lomba mulai dari menggambar hingga konten dakwah, anak-anak belajar mencintai agama dengan cara yang sangat menyenangkan. Semangat kebersamaan yang terbangun selama dua hari, Sabtu (28/2/2026) hingga Ahad (1/3/2026), memberikan warna baru bagi pendidikan karakter di Kota Semarang.

Ujian Keberanian di Balik Balutan Busana Muslim

Selanjutnya, suasana kompetisi terasa semakin hangat saat kategori lomba hafalan surat pendek dan doa sehari-hari dimulai. Buktinya, peserta tingkat TK dan SD tampil sangat maksimal dengan busana muslim terbaik yang membuat suasana masjid kian ceria. Meski beberapa peserta sempat terdiam karena gugup, dukungan tepuk tangan dari penonton berhasil membangkitkan kembali rasa percaya diri mereka.

Panitia penyelenggara melihat fenomena ini sebagai langkah awal untuk membentuk mentalitas pejuang yang religius sejak usia belia.

“Alhamdulillah, antusias anak-anak yang mengikuti FAS luar biasa, terutama semangatnya. Insya Allah tahun depan bisa kita adakan lagi,” ujar ketua panitia dengan penuh syukur.

Dampaknya, proses belajar ini bukan lagi soal siapa yang menjadi juara, melainkan tentang proses mengalahkan rasa takut pada diri sendiri. Ternyata, satu per satu peserta tetap mampu menuntaskan bacaannya hingga ayat terakhir meski suara mereka terdengar pelan di awal penampilan.

Membangun Fondasi Karakter Lewat Kreativitas Dakwah

Kemudian, festival ini juga menyuguhkan tantangan yang lebih modern melalui lomba konten dakwah bagi pelajar SMP hingga SMA. Buktinya, generasi muda saat ini mulai mampu memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan pesan kebaikan secara kreatif dan inspiratif. Langkah ini memperkuat upaya menanamkan nilai islami sejak dini yang relevan dengan perkembangan zaman digital saat ini.

Keberhasilan acara ini diharapkan mampu memicu lahirnya agenda rutin yang dapat mencetak generasi berprestasi dan berakhlak mulia.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan generasi yang saleh, berani, dan berprestasi di masa depan,” tambah perwakilan panitia pelaksana.

Festival Anak Saleh sukses menutup rangkaian acaranya dengan tawa ceria para pemenang dan pelukan hangat dari orang tua. Sejatinya, investasi terbaik bagi masa depan adalah membekali anak-anak dengan iman dan keberanian yang kokoh sejak mereka masih kecil. Mari kita terus berikan ruang kreatif bagi anak-anak untuk mengekspresikan cinta mereka kepada Islam dengan cara yang penuh kegembiraan!

Kontributor: Tim Media Masjid Taqwa Al Mukarramah
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: