Mengapa Muhammadiyah Disebut Gerakan Pencerahan? Ini Jawabannya!
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org — Di tengah berbagai tantangan umat hari ini, satu pertanyaan sederhana kembali mengemuka apa sebenarnya makna kemajuan dalam gerakan Muhammadiyah yang sudah berusia lebih dari satu abad? Pertanyaan inilah yang menjadi titik fokus pengajian Ahad Pagi PCM Gajahmungkur Ahad (23/11/2015), saat Dr. H. Aang Kunaepi, M.Ag., mengajak jamaah menyelami kembali ruh pembaruan yang menjadi napas gerakan Muhammadiyah sejak awal berdirinya.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah hadir bukan untuk kelompok tertentu, melainkan menjadi energi pencerahan bagi seluruh umat. “Muhammadiyah mempraktikkan ajaran Islam yang sebenar-benarnya dalam berbagai segi kehidupan,” tegasnya.
Pembaruan yang Menggembirakan Umat
Dr. Aang menjelaskan bahwa fondasi utama gerakan Muhammadiyah adalah tajdid semangat pembaruan yang adaptif dan mampu menjawab kebutuhan zaman.
Baginya, pembaruan ini bukan sekadar perubahan, tetapi upaya terus-menerus menghadirkan manfaat yang menggembirakan dan mencerahkan umat.
Ia menggambarkan bahwa pembaruan Muhammadiyah terbukti melalui langkah-langkah nyata, mulai dari pendidikan yang merangkul anak usia dini hingga perguruan tinggi, layanan kesehatan melalui klinik dan rumah sakit, hingga kepedulian sosial melalui panti asuhan yang menjaga martabat dhuafa dan yatim.
Kemajuan yang Hidup dalam Amal Usaha
Lebih jauh, Dr. Aang menyoroti bahwa seluruh gerakan ini bukan berdiri sendiri, melainkan disokong oleh lembaga-lembaga pendukung seperti LazisMu yang menjadi jantung pembiayaan dakwah dan pelayanan sosial.
Keberlanjutan gerakan termasuk di Gajahmungkur menjadi bukti bahwa kemajuan dibangun dengan kerja kolektif yang kokoh.
Antusiasme jamaah yang memenuhi ruang masjid memperlihatkan besarnya minat masyarakat untuk memahami kembali hakikat kemajuan dalam ajaran Islam dan bagaimana Muhammadiyah menerjemahkannya menjadi gerakan nyata di tengah kehidupan.