Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Satu Malam Setara Seumur Hidup? Keutamaan Lailatul Qadar yang Menggetarkan Jiwa

19 Februari 2026, 22:10 WIB 3 menit baca
Ilustrasi seseorang berjubah tampak belakang sedang berjalan membawa lentera bercahaya di tengah padang pasir pada malam hari, dengan latar belakang bulan sabit dan siluet menara masjid di kejauhan.
MENCARI CAHAYA: Sebagaimana edukasi yang disampaikan Ustadz Mukri di Masjid At Taqwa PDM Kota Semarang (19/2), perjalanan meraih Lailatul Qadar memerlukan kesiapan mental dan cahaya keimanan. Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini menjadi target setiap muslim untuk mendapatkan ampunan total dan transformasi diri yang signifikan.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Bayangkan jika Anda memiliki kesempatan untuk memanen pahala setara ibadah seumur hidup hanya dalam waktu satu malam saja. Buktinya, puluhan jamaah di Masjid At Taqwa PDM Kota Semarang mulai mendalami rahasia besar di balik kedahsyatan Lailatul Qadar pada Kamis (19/2/2026). Edukasi dini ini menjadi modal utama agar setiap muslim tidak kehilangan arah saat malam kemuliaan itu tiba di penghujung Ramadan nanti.

Investasi spiritual yang luar biasa ini menuntut kesiapan mental yang matang agar ibadah tidak sekadar menjadi rutinitas yang hambar. Alhasil, setiap individu kini mulai memasang target tinggi demi mengejar transformasi diri yang paling signifikan dalam hidup mereka. Pasalnya, satu malam yang Allah rahasiakan ini menawarkan perubahan nasib dan ampunan total bagi siapa saja yang mampu menemukannya dalam kekhusyukan.

Kemuliaan Seribu Bulan dalam Satu Malam

Selanjutnya, Ustadz Mukri dalam tausiyahnya membedah makna mendalam dari Surah Al-Qadr sebagai landasan utama keutamaan malam tersebut. Buktinya, Allah menjanjikan pahala ibadah pada malam Lailatul Qadar yang jauh lebih baik daripada seribu bulan atau setara dengan 83 tahun lebih. Sosok penceramah ini mengajak jamaah untuk merenungkan betapa besarnya kasih sayang Tuhan yang melipatgandakan nilai amalan hamba-Nya.

Penceramah menegaskan bahwa satu malam ini merupakan kesempatan emas untuk mengejar ketertinggalan amal di masa lalu.

“Nilai ibadah pada malam tersebut dilipatgandakan secara luar biasa, seribu bulan itu setara dengan lebih dari 83 tahun tanpa henti,” tutur Mukri di hadapan jamaah.

Dampaknya, motivasi beribadah jamaah diharapkan tetap stabil dan tidak hanya menggebu-gebu pada awal Ramadan saja. Sejatinya, kualitas puasa seseorang akan terlihat dari seberapa gigih ia mempersiapkan diri menyambut malam yang penuh dengan turunnya para malaikat ini.

Mengharap Ampunan Melalui Kesungguhan Ibadah Malam

Kemudian, ulasan berlanjut pada cara meraih ampunan total melalui shalat malam yang penuh dengan keimanan dan harapan pahala. Buktinya, setiap muslim yang menghidupkan malam mulia tersebut dengan dzikir dan doa akan mendapatkan jaminan penghapusan dosa-dosa terdahulu. Sosok penceramah mengingatkan bahwa kejujuran hati menjadi kunci utama agar seseorang layak menerima anugerah besar dari langit.

Ustadz Mukri memotivasi jamaah agar menjadikan Ramadan sebagai “madrasah” untuk melatih kesabaran sebelum benar-benar berburu Lailatul Qadar.

“Siapa yang melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya,” jelas sang penceramah.

Akhirnya, edukasi mengenai Lailatul Qadar di awal Ramadan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju puncak iman memerlukan stamina yang kuat. Sejatinya, kemenangan di akhir bulan hanya milik mereka yang konsisten menjaga api semangat ibadahnya sejak hari pertama. Mari kita jadikan setiap tarawih dan tilawah sebagai langkah pasti menuju malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut!

Kontributor: Halim Junior Tim Media Masjid At Taqwa PDM
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: