Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Meraih Husnul Khatimah Sebelum Ajal Menjemput: Refleksi Jiwa dan Bekal Pulang di Ujung Usia

9 Oktober 2026, 18:53 WIB • 2 menit baca
H. Jumadi, S.Pd., M.Pd. Wakil Ketua PDM Kota Semarang memberikan tausiyah tentang cara meraih husnul khatimah
H. Jumadi, S.Pd., M.Pd. saat menyampaikan materi kajian rutin yang mengingatkan jamaah tentang pentingnya mempersiapkan bekal kematian dan meraih husnul khatimah.

PEDURUNGAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Bayang-bayang kematian sering kali terlupakan di tengah kesibukan dunia, padahal setiap manusia mendambakan meraih husnul khatimah di akhir hayatnya. Penyesalan terbesar kelak bukanlah kehilangan harta, melainkan ratapan hamba yang meminta satu detik tambahan untuk kembali beramal.

Pada Jumat, 8 Oktober 2026, suasana Masjid Al-Hikmah di lingkungan Perum Korpri, Pedurungan Kidul, terasa begitu syahdu. Puluhan ibu-ibu duduk khusyuk mengikuti kajian rutin bersama Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, H. Jumadi, S.Pd., M.Pd. Di hadapan para jemaah, ia mengingatkan bahwa kematian adalah keniscayaan mutlak yang tidak dapat dilawan oleh siapa pun.

Runtuhnya Kesombongan di Hadapan Maut

Kekuasaan tinggi dan kekayaan berlimpah seketika lenyap manakala nyawa telah sampai di kerongkongan. H. Jumadi, S.Pd., M.Pd. menegaskan bahwa sejarah telah membuktikan betapa rapuhnya manusia di hadapan Sang Pencipta.

“Sekuat apa pun posisi atau kekayaan seseorang, ia tidak akan pernah mampu menolak kematian,” ujar Jumadi kepada para jemaah.

Ia lantas menceritakan kebinasaan para penguasa masa lampau. Qorun ditenggelamkan ke dalam perut bumi bersama hartanya, Fir’aun binasa di dasar Laut Merah, sementara Namrud tewas akibat seekor lalat yang masuk ke dalam otaknya.

Menanam Taqwa dan Membersihkan Jiwa

Setiap Muslim tentu menginginkan akhir yang baik dalam hidupnya. Menurut Jumadi, kualitas kematian seseorang sangat bergantung pada kebiasaan amal sehari-hari semasa ia masih sehat.

“Siapa yang terbiasa hidup di atas ketaatan, insya Allah ia akan menutup usia dengan kebaikan pula,” ungkap wakil ketua PDM.

Oleh karena itu, membersihkan jiwa atau tazkiyatun nafs menjadi langkah penting agar hati tidak berkarat bagaikan besi akibat tumpukan dosa. Jiwa yang bersih akan menumbuhkan ketenangan batin serta mempermudah langkah kaki seseorang dalam menunaikan ibadah.

Jalan Pulang Menuju Ampunan Ilahi

Manusia memang tempatnya salah, namun pintu ampunan selalu terbuka lebar sebelum matahari terbit dari barat. Memahami syarat bertaubat kepada Allah secara ikhlas dan bertekad tidak mengulangi maksiat adalah kunci keselamatan hidup.

“Perbanyaklah amal saleh serta iringi hari-hari kita dengan istighfar sebelum batas waktu dunia ini benar-benar habis,” pesan Jumadi di penghujung kajian.

Melalui pemahaman amalan agar husnul khatimah dan renungan dari ceramah agama islam terbaru ini, umat Islam diajak untuk terus berbenah diri. Hidup bukan sekadar soal panjangnya usia, melainkan tentang bagaimana menjaga setiap napas agar berpulang dalam rida Illahi.

Kontributor: Media Masjid Al Hikmah
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: