Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Modal ‘Receh’ Dampak Besar! Gerakan Infaq Alumni Panti Semarang Patut Dicontoh

28 Maret 2026, 18:37 WIB 3 menit baca
Foto suasana Reuni Akbar VII yang berlangsung di bawah tenda besar dengan dekorasi kain berwarna biru dan putih. Terlihat puluhan alumni duduk di barisan kursi lipat menghadap ke arah panggung. Di atas panggung, seorang pria mengenakan kemeja batik biru sedang berbicara menggunakan mikrofon di depan latar belakang banner acara bertuliskan "Silaturahmi & Reuni Akbar VII IKAPA-MUHAMMADIYAH-AISYIYAH SEMARANG". Jemaah pria yang duduk di barisan depan sebagian besar mengenakan peci hitam atau putih dan baju koko atau batik, menciptakan suasana kekeluargaan yang khidmat di area terbuka yang dikelilingi pepohonan.
DARI RECEH JADI BERKAH: Suasana Reuni Akbar VII IKAPA Semarang yang berlangsung pada Sabtu (28/3/2026) menjadi momen dimulainya gerakan infaq minimal Rp10.000 per orang. Ide yang diinisiasi oleh alumni ini berhasil mengumpulkan kekuatan finansial nyata untuk mendukung operasional Muhammadiyah Children Center (MCC) Tlogosari, membuktikan bahwa nominal kecil jika dikelola dengan gotong royong mampu memberikan dampak besar bagi pendidikan adik-adik asuh.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Siapa sangka jika nominal kecil ternyata mampu memberikan dampak besar bagi keberlangsungan sebuah panti asuhan di Semarang. Buktinya, para alumni yang tergabung dalam IKAPA Semarang memulai gerakan infaq sebesar Rp10.000 saja per orang saat reuni akbar kemarin. Alhasil, modal receh tersebut terkumpul menjadi kekuatan finansial yang nyata untuk mendukung operasional Muhammadiyah Children Center (MCC) Tlogosari.

Ide brilian ini muncul di tengah suasana hangat Reuni Akbar VII yang berlangsung pada Sabtu (28/3/2026) lalu. Pasalnya, Syamsudin selaku tuan rumah ingin memastikan bahwa pertemuan para alumni tidak hanya berakhir di meja makan saja. Melalui gerakan infaq yang sangat terjangkau ini, setiap lulusan panti memiliki kesempatan yang sama untuk berbakti tanpa merasa terbebani secara ekonomi.

Gotong Royong: Kekuatan Receh untuk Masa Depan MCC

Selanjutnya, skema donasi ringan ini sukses menarik partisipasi sekitar 70 persen alumni yang hadir. Buktinya, para peserta menyerahkan penggalangan dana kolektif tersebut secara simbolis kepada pengurus panti sebagai wujud cinta. Dampaknya, pihak panti asuhan kini memiliki tambahan dana segar untuk membiayai kebutuhan pendidikan adik-adik asuh yang masih bersekolah.

Ketua IKAPA, Suharno, menegaskan bahwa mereka menjadikan momen ini sebagai titik awal untuk membesarkan panti secara mandiri.

“Kita mulai dari gerakan infaq kecil karena tujuan utamanya adalah mengenang perjuangan dan memberi manfaat luas,” jelas Suharno penuh semangat.

Ternyata, antusiasme para alumni semakin meningkat saat mereka mulai berbagi cerita nostalgia tentang masa sulit di asrama dahulu. Dampaknya, memori masa lalu memicu rasa empati mendalam sehingga banyak peserta memberikan donasi melebihi nominal minimal. Hal ini membuktikan bahwa persaudaraan kuat mampu mengubah keterbatasan menjadi sebuah kekuatan sosial yang luar biasa bagi kemajuan bersama.

Hablum Minannas: Mempererat Kasih Lewat Sedekah

Kemudian, pesan mengenai pentingnya menjaga hubungan antarmanusia juga disampaikan oleh Faisal, salah satu anak asuh aktif di panti tersebut. Buktinya, ia mengajak seluruh seniornya untuk selalu mempraktikkan ajaran Islam tentang kasih sayang melalui gerakan infaq secara konsisten. Alhasil, nasihat sejuk dari siswa kelas 3 SMA ini semakin memantapkan langkah para alumni untuk terus terlibat dalam program-program sosial panti.

Rencananya, keberhasilan aksi ini akan terus dikembangkan hingga agenda Jambore se-Jawa Tengah di Kebumen pada bulan Juni mendatang.

Panitia merasa sangat bersyukur karena semangat gotong royong para alumni masih terjaga sangat kuat meski sudah lama lulus dari panti.

Reuni Akbar VII IKAPA sukses membuktikan bahwa niat baik tidak selalu memerlukan angka yang fantastis. Sejatinya, kemenangan kita dalam berbagi terletak pada keistiqomahan untuk peduli terhadap tempat yang membentuk karakter kita. Mari kita jadikan gerakan infaq Rp10 ribu ini sebagai gaya hidup baru untuk menebar lebih banyak kebaikan di sekitar kita!

Baca Juga :

Santunan Anak Yatim Sekayu, Cara Muhammadiyah Didik Warga Bersedekah Lewat Sembako Murah

Mengapa 360 Sendi Manusia Butuh Sedekah? Mengenal Manfaat Sedekah bagi Kesehatan

Kontributor: Taufik Rohman
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: