Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Muhammadiyah Lamper Lor “Bangkit Kembali” Setelah Vakum Puluhan Tahun

15 November 2025, 17:05 WIB 3 menit baca
Muhammadiyah Lamper Lor “Bangkit Kembali” Setelah Vakum Puluhan Tahun

SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Lamper Lor, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, resmi dibentuk kembali melalui musyawarah aklamasi pada Jumat (14/11/2025), mengakhiri kekosongan kepengurusan yang terjadi sejak era 1990-an. Pembentukan ini didorong oleh inisiatif tokoh masyarakat setempat untuk menghidupkan kembali kegiatan dakwah dan pelayanan sosial di lima Rukun Warga (RW) yang didominasi umat muslim di Lamper Lor.

Musyawarah pembentukan pengurus inti dilaksanakan di kediaman tokoh setempat, H. Pudjo Koeswhoro, IR, MSA, IAI, dan difasilitasi oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Semarang Selatan, Drs. H. S. Widodi, M.Pd. Dalam rapat tersebut, Drs. Sarto Hanto, M.Si., terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PRM Lamper Lor yang baru, didampingi Pandu Widatama, S.Pd., Gr. sebagai Sekretaris, dan Dartanto, RTP sebagai Bendahara. H. Pudjo Koeswhoro didapuk sebagai Penasehat.

Dorong Peran Dakwah dan Sosial

H. Pudjo Koeswhoro, sebagai inisiator dan tuan rumah, menyatakan rasa syukur atas kesepakatan masyarakat untuk kembali beribadah dan berorganisasi di bawah ideologi Muhammadiyah. Pembentukan ini dilandasi oleh semangat “Amar Ma’ruf Nahi Mungkar” serta keinginan untuk mewujudkan “Rahmatin Lil Alamiin” melalui kegiatan ibadah, dakwah, dan pelayanan sosial kemasyarakatan.

“Kami bersyukur PRM Lamper Lor dapat terbentuk kembali. Semangatnya adalah untuk melanjutkan estafet perjuangan yang sempat terhenti karena pengurus perintis pada era 80-90-an sudah sepuh dan banyak yang wafat. Kini, kami berinisiatif menggerakkan kembali,” ujar Pudjo Koeswhoro pada Sabtu (15/11/2025).

Tantangan di Wilayah Multireligius

Lamper Lor, yang meliputi lima RW, memiliki tantangan unik di tengah keragaman keyakinan. Meskipun warga mayoritas muslim, wilayah ini juga dikenal sebagai lokasi berdirinya fasilitas ibadah non-muslim seperti Gereja Katolik Materdei, Gereja dan Sekolah Kristen, serta Vihara/Klenteng tertua.

“Wilayah kami memiliki potensi besar dengan adanya masjid dan musala di kelima RW. Namun, kami juga berada di tengah lingkungan yang multireligius. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi PRM Lamper Lor untuk menunjukkan wajah Islam yang inklusif dan bermanfaat bagi semua melalui Persyarikatan Muhammadiyah,” jelas Pudjo.

Langkah Awal Penguatan Organisasi

Sebagai langkah awal, pengurus baru telah menyusun sejumlah rencana program kerja yang berfokus pada penguatan internal dan eksternal. Konsolidasi segera akan dilakukan di lima wilayah RW untuk memantapkan struktur pengurus di tingkat bidang, diikuti dengan upaya penguatan pemahaman mengenai Gerakan Islam dan Azas Ideologi Muhammadiyah di kalangan anggota dan simpatisan.

Di sisi lain, untuk menjalin sinergi dengan pihak-pihak terkait, PRM Lamper Lor juga merencanakan audiensi dengan Lurah Lamper Lor dan para Takmir Masjid serta Musala di kelima wilayah tersebut. Semua kegiatan ini akan didukung oleh program Pengajian Ahad Pagi yang sudah berlangsung rutin bersama Takmir Masjid dan Musala, yang akan dijadikan salah satu platform utama dakwah PRM.

Perkembangan organisasi Muhammadiyah di Semarang Selatan terus berjalan. Beberapa ranting lain seperti Lamper Kidul dan Lamper Tengah telah berdiri, sementara proses pembentukan PRM Barusari sedang dipersiapkan.

Baca juga:

Pengukuhan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Semarang Selatan

Kontributor: PRM Lamper Lor
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: