Naik 47,8%, Lazismu Semarang Targetkan Penghimpunan ZIS Rp 25 Miliar di 2026
SEMARANG. muhammadiyahsemarangkota.org – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Lazismu) Kota Semarang mencanangkan target penghimpunan dana Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) fantastis sebesar Rp 25 Miliar untuk tahun 2026. Angka ini menandai kenaikan signifikan 47,8% dibandingkan target tahun sebelumnya (2025) yang berada di angka Rp 16,91 Miliar.
Target ambisius yang diputuskan dalam Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) pada Sabtu (13/12/2025) ini akan dicapai melalui penguatan strategi Impactfull Collaboration dan peluncuran program pemberdayaan tematik serta kolaboratif.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Semarang, H. Agus Alwi Mashuri, menegaskan bahwa kunci keberhasilan utama pencapaian target terletak pada sinergi dan kolaborasi yang kuat ke berbagai stakeholder. Strategi ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume dana ZIS, tetapi juga memastikan penyaluran dana memberikan dampak yang luas, terukur, dan berkelanjutan (Impactfull) bagi kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu Manajer Lazismu Kota Semarang, Thomi Setiawan, menyatakan optimisme terhadap realisasi target Rp 25 Miliar ini, yang didukung oleh rencana kerja terstruktur. “Alhamdulillah setelah RAKERDA kemarin, Lazismu Kota Semarang berhasil menentukan target 2026 sebesar 25 miliar rupiah,” ujar Thomi ketika dihubungi muhammadiyahsemarangkota.org, Selasa (16/12/2025).
Program Unggulan Lazismu Tahun 2026
Thomi menjelaskan, untuk memaksimalkan penghimpunan di hari besar Islam, Lazismu akan meluncurkan dua program tematik unggulan. Program Ramadan meliputi Safari Syekh Palestina untuk menggalang dana bagi warga Palestina, serta Ramadan for Kids, sebuah kegiatan dongeng yang bertujuan menggalang dana dari anak-anak sekolah TK dan SD di Semarang.
Adapun untuk kegiatan Kurban, Lazismu akan melaksanakan Gebyar Kurban sebagai acara puncak kegiatan Kurban Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang. Gebyar Kurban dilaksanakan di daerah 3T (terpencil, tertinggal, dan terluar) untuk memaksimalkan dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) yang masih sedikit titik-titik kurban yang ada di Semarang.
Yang lebih ditekankan, menurut Thomi, adalah program kolaboratif yang dirancang untuk mengatasi masalah sosial fundamental dengan menggandeng seluruh majelis, lembaga tingkat daerah, dan PCM yang memiliki local wisdom.
Dalam pilar pendidikan, Lazismu akan meluncurkan Masifikasi Peduli Guru untuk membantu gaji para guru SD, SMP, dan SMK agar gaji bisa lebih layak. Selain itu, ada Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) yang akan mempersiapkan kader-kader ulama untuk masuk di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) tahun 2026.
Di bidang ekonomi, program utama yang diusung diberi nama Satu Ranting Satu Jejaring. Ini merupakan program pemberdayaan kelembagaan Ranting Muhammadiyah untuk menjalankan fungsi ekonomi produktif. Bantuan dana bergulir dan fasilitas teknis disalurkan agar setiap rTanting mampu menjadi pusat inkubasi usaha dan jejaring pemasaran bagi anggotanya di wilayah Semarang.
Tak ketinggalan, proghram yang fokus pada lingkungan juga menjadi prioritas. Program tersebut meliputi Konservasi Tanah dan Air dengan memanfaatkan tanah-tanah wakaf Muhammadiyah di pinggiran kota Semarang. Kemudian adapula program Keranjang Sampah, di mana setiap ranting atau masjid di PCM harus memiliki keranjang sampah plastik yang kemudian diolah sebagaimana mestinya.
“Program-program kolaboratif tersebut tentu akan kami jalankan bersama dengan Majelis Lembaga Tingkat PDM dan PCM sesuai dengan local wisdom maupun potensi yang ada di PCM tersebut,” tutup Thomi.
Dengan fokus ganda pada penguatan jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) secara internal dan kemitraan eksternal yang masif, target ZIS 2026 senilai Rp 25 Miliar dipandang sebagai upaya kolektif persyarikatan untuk memperkuat Zakat Semarang dan pembangunan sosial di Kota Semarang.
Baca juga:
Lazismu Semarang Kantongi Rp 21,9 Miliar, Catat Kenaikan Hampir 100% dan Peringkat Ketiga Se-Jateng