Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Lazismu Semarang Kantongi Rp 21,9 Miliar, Catat Kenaikan Hampir 100% dan Peringkat Ketiga Se-Jateng

13 Desember 2025, 13:07 WIB 3 menit baca
Lazismu Semarang Kantongi Rp 21,9 Miliar, Catat Kenaikan Hampir 100% dan Peringkat Ketiga Se-Jateng

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org– Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Semarang mencatatkan kinerja finansial yang signifikan dengan berhasil menghimpun dana sebesar Rp21.980.479.063 (sekitar Rp21,98 miliar) pada tahun 2025.

Capaian ini melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp16,91 miliar, dengan persentase realisasi mencapai 129,94%. Keberhasilan ini menempatkan Lazismu Kota Semarang pada peringkat ketiga se-Jawa Tengah dalam target penghimpunan dana.

Angka penghimpunan ini merupakan kenaikan drastis sekitar 97% dibandingkan tahun sebelumnya (2024), di mana penghimpunan tercatat sebesar Rp11,15 miliar. Peningkatan tajam ini menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lazismu Kota Semarang Tahun 2026 yang mengusung tema “Impactfull Collaboration”.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Semarang, H. Agus Alwi Mashuri, S.Sos., M.Kom., dalam sambutannya di Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lazismu Kota Semarang 2026, Sabtu (13/12/25), menyoroti sinergi sebagai kunci pencapaian target pengumpulan zakat Semarang. “Target penghimpunan Rp21 miliar lebih tidak mungkin tercapai tanpa kerja sama yang solid dengan seluruh Kantor Layanan (KL) Lazismu se-Kota Semarang. Sinergi ini adalah kekuatan utama Lazismu dalam melayani umat,” ujarnya.

Realisasi Penyaluran Zakat Semarang

Di sisi penyaluran, realisasi dana ZISKA juga mencatatkan angka impresif, mencapai total Rp21.654.822.010 di tahun 2025, melampaui target penyaluran sebesar Rp14,09 miliar.

Mayoritas dana tersebut disalurkan melalui Pilar Dakwah sebesar Rp11,70 miliar (54,05%), yang menunjukkan fokus organisasi pada penguatan jaringan dan syiar agama. Pilar Pendidikan menyusul sebagai prioritas kedua dengan penyaluran mencapai Rp4,57 miliar (21,12%).

Sisa dana didistribusikan ke pilar lainnya, termasuk Kelembagaan (Rp1,88 miliar), Sosial (Rp1,55 miliar), Kesehatan (Rp808 juta), Program Rutin (Rp794 juta), Kemanusiaan (Rp188 juta), Ekonomi (Rp133 juta), dan Lingkungan (Rp9,7 juta).

Ketua Lazismu Jawa Tengah, Dwi Swasana Ramadhan, S.E., M.SEI., Ak., CTA, ACPA, CertDA, mengapresiasi kinerja tersebut. Ia menegaskan bahwa capaian ini adalah “bukti nyata meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada Lazismu” dan menyebutnya sebagai “prestasi yang patut diapresiasi dan dapat menjadi role model bagi Lazismu daerah lain dalam hal tata kelola, inovasi program, dan akuntabilitas.”

Fokus Rakerda 2026: Implementasi Kolaborasi dan Dampak Berkelanjutan

Rakerda 2026 diarahkan pada implementasi sinergi dan kolaborasi bersama seluruh pimpinan persyarikatan di tingkatan masing-masing. Fokus utamanya adalah penguatan tata kelola, optimalisasi program pemberdayaan, dan perluasan jangkauan layanan sosial.

H. Agus Alwi Mashuri menambahkan, “Ke depan, kami ingin memastikan setiap rupiah yang dihimpun benar-benar menghadirkan dampak bagi mustahiq dan muzakki, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, dan kemanusiaan.” Hal ini sejalan dengan tema Rakerda 2026, “Impactfull Collaboration,” yang menekankan fokus pada Output dan Outcome dalam pengelolaan dana ZISKA (Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya).

Lazismu Kota Semarang juga telah menyelesaikan pembentukan 19 Kantor Layanan di seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kota Semarang, yang akan mendukung gerak dakwah persyarikatan.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Ust. Dr. Fachrurozi, M.Ag., berharap Rakerda ini melahirkan “program-program inovatif yang semakin memperkuat peran Lazismu sebagai pilar gerakan filantropi Muhammadiyah di Kota Semarang.”

Kontributor: Satrya Zidni Prasetyo
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: