Healing Sambil Ngaji: Emak-Emak Semarang Ikut Outbound Islami, Bukti Dakwah Itu Menyenangkan
KLATEN, muhammadiyahsemarangkota.org – Agenda liburan jamaah Masjid At-Taqwa Bandarharjo membuktikan bahwa dakwah tidak selalu kaku. Rombongan ibu-ibu ini justru asyik mengikuti outbound Islami yang mengocok perut dari awal hingga akhir perjalanan. Kegiatan inspiratif ini sukses menyulap wisata biasa menjadi pengajian seru yang merekatkan erat persaudaraan antaranggota.
Mengurai Tawa di Alam Terbuka
Keceriaan tersebut terekam jelas saat puluhan anggota Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Bandarharjo berkunjung ke Kabupaten Klaten pada hari Ahad, 26 Juli 2026. Mereka menjelajahi tiga destinasi air unggulan dalam satu hari sekaligus. Tempat wisata Soko Alas, Tubing Rivermoon, dan Waduk Jombor berturut-turut menjadi saksi bisu kekompakan rombongan asal Semarang Utara ini.
Di tengah semilir angin kawasan wisata, suasana mendadak pecah oleh derai tawa para peserta. Sosok utama di balik keceriaan natural ini adalah Moch. Rifai Sutikno selaku Imam Besar Masjid At-Taqwa. Ia secara kreatif mengemas materi tadabur alam melewati batas-batas formalitas.
“Kita sengaja merancang outbound Islami ini agar jamaah tidak bosan. Lewat berbagai kuis dan permainan edukatif, pesan agama justru lebih mudah masuk dan suasana menjadi sangat cair,” ujar Rifai saat memandu ragam games kekompakan jamaah.
Kekompakan Sebagai Modal Utama Dakwah
Lebih dari sekadar rekreasi menenangkan pikiran, kegiatan alam ini membawa pesan krusial tentang penguatan organisasi. Ketua PR Aisyiyah Bandarharjo, Jumiati, memanfaatkan momen hangat tersebut untuk menyuntikkan motivasi baru. Ia terus mengingatkan para anggota tentang esensi dasar pergerakan perempuan Muhammadiyah ini.
“Keaktifan dan keikhlasan ibu-ibu semua adalah kunci utama kemajuan kita. Melalui momen wisata alam Klaten ini, kita segarkan kembali pikiran agar pergerakan dakwah Aisyiyah di masyarakat semakin solid ke depannya,” tegas Jumiati kepada para peserta.
Membangun Kemandirian Ekonomi Masjid
Sejalan dengan semangat pergerakan tersebut, Ketua Takmir Masjid At-Taqwa, Bambang Sutrisno, memberikan arahan yang visioner. Ia mendorong seluruh jamaah untuk berani berkreasi merintis Amal Usaha. Menurut pandangannya, pondasi finansial yang kuat sangat krusial bagi keberlangsungan program sosial masjid.
“Setiap kegiatan dakwah pasti membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit. Oleh karena itu, kekompakan jamaah hari ini harus kita arahkan untuk membentuk unit bisnis produktif demi membangun kemandirian ekonomi umat,” papar Bambang memberikan gagasan.
Pulang Membawa Semangat Baru
Beranjak dari serangkaian arahan dan canda tawa, kebahagiaan perjalanan spiritual ini kini bertransformasi menjadi energi positif. Konsep edukasi ceria ala pengurus masjid terbukti sangat efektif menyatukan visi seluruh anggota. Jamaah pulang tidak sekadar membawa kenangan manis atau fisik yang segar. Mereka juga mengantongi tekad baru untuk memajukan perekonomian masjid berbekal ukhuwah yang kian erat.