Patungan Uang Jajan, Aksi Pelajar Muhammadiyah Semarang Himpun Donasi Bencana NTT
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Terdorong oleh rasa empati, ratusan murid SMK Muhammadiyah 1 Semarang membuktikan kepedulian nyata lewat aksi pelajar Muhammadiyah Semarang yang inspiratif. Mereka patungan mengumpulkan donasi bencana NTT dari sisa uang jajan harian. Dana jutaan rupiah ini siap mereka salurkan sebagai bantuan Lazismu NTT untuk meringankan duka para korban gempa.
Menindaklanjuti niat tersebut, perwakilan murid menyerahkan langsung dana kemanusiaan ini pada Kamis, 27 Agustus 2026. Penyerahan berlangsung khidmat di Kantor Lazismu Kota Semarang. Langkah strategis ini bertujuan agar penyaluran uang sumbangan ke lokasi terdampak menjadi lebih amanah.
Mengubah Momentum Maulid Menjadi Aksi Nyata
Para siswa memulai inisiatif penggalangan dana ini sejak Senin (24/8) lalu. Memanfaatkan momen tersebut, ratusan siswa merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan sekolah dengan bergerak bersama. Mereka menerjemahkan nilai keteladanan Rasulullah melalui sebuah tindakan kemanusiaan yang positif.
Ahmad Afghani selaku Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) memimpin langsung proses penyerahan dana. Pemuda ini menegaskan bahwa langkah kawan-kawannya murni lahir dari panggilan hati nurani.
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kami kepada saudara-saudara kita yang sedang diuji dan mengalami penderitaan,” ujar Ahmad mengawali penjelasannya.
Harapan Tulus untuk Penyintas Bencana
Menyambung pernyataan awalnya, ia menaruh harapan besar pada hasil patungan seluruh murid di sekolahnya. Ia ingin uang sumbangan tersebut bisa secepatnya menyeka air mata para penyintas bencana di tenda pengungsian.
“Semoga apa yang kami berikan dapat membantu meringankan beban mereka,” tambahnya dengan nada penuh harap.
Lebih dari sekadar nominal, Ahmad juga memaparkan pesan moral yang mendalam di balik kegiatan sosial ini. Ia mewakili perasaan teman-temannya yang ikhlas menyisihkan uang saku mereka setiap hari demi kemanusiaan.
“Donasi ini bukan sekadar angka yang terkumpul,” tegasnya. “Di balik uang tersebut, terdapat kepedulian, keikhlasan, dan semangat solidaritas teman-teman untuk berbagi,” lanjut Ahmad merujuk pada ketulusan rekan-rekannya.
Penyaluran Transparan Melalui Lembaga Resmi
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, para pelajar sengaja memilih lembaga amil zakat yang kredibel. Mereka menyalurkan dana tersebut secara resmi agar terkelola dengan prinsip transparansi tinggi. Kerja sama strategis ini memastikan niat baik pelajar benar-benar menjangkau pihak yang paling membutuhkan.
Berangkat dari langkah kecil ini, generasi muda memberikan teladan berharga tentang pentingnya menumbuhkan rasa empati. Pendidikan karakter di sekolah ternyata tidak melulu menyoal deretan angka sempurna di atas kertas rapor. Solidaritas tulus dari para siswa ini sukses menyalakan kembali lentera kemanusiaan bagi penyintas bencana.