Gayeng! PDM Kota Semarang Fasilitasi Dialog FKPM dan Polrestabes Demi Keamanan Kota
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Aula Roemani Lantai 3 menjadi saksi hangatnya pertemuan lintas sektor untuk memastikan kenyamanan warga tetap terjaga. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang berperan penting sebagai tuan rumah dalam agenda Dialog dan Silaturahmi FKPM Da’i Kamtibmas Polrestabes Semarang pada Sabtu (10/01/2026).
Awalnya, Ketua PDM Kota Semarang, Dr. KH. Fachrur Rozi M.Ag, menyambut hangat kehadiran jajaran Polrestabes, perwakilan MUI, NU, LDII, FKUB, hingga Kesbangpol. Oleh karena itu, pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wadah terbuka untuk saling mendengarkan aspirasi demi keamanan bersama. Sosok pemimpin PDM ini sengaja membuka ruang diskusi agar sinergi antarlembaga semakin solid.
Tuan Rumah yang Membuka Ruang Solusi
Selanjutnya, Fahrurrozi menyampaikan apresiasi besar atas kepercayaan Polrestabes memilih Muhammadiyah sebagai titik temu para tokoh agama.
Sebab, menurut sosok pendidik ini, forum seperti ini sangat krusial untuk menjaga harmoni di tengah dinamika teknologi yang kian cepat.
Kesiapan PDM dalam menyediakan fasilitas diskusi menunjukkan komitmen nyata organisasi dalam mendukung stabilitas wilayah.
“Terima kasih banyak telah membuka ruang diskusi seperti ini. Semoga dengan adanya forum ini kita bisa menjaga kondusivitas Semarang dan saling berkoordinasi untuk menciptakan keamanan dan ketertiban kota,” ungkap Fahrurrozi saat memberikan sambutan pembuka yang menyejukkan.
Maka dari itu, PDM berharap koordinasi ini mampu menyentuh akar rumput melalui peran para tokoh yang hadir.
Sinergi Lentera Kamtibmas Jelang Ramadhan
Sementara itu, Ketua FKPM Da’i Kamtibmas Polrestabes Semarang, Aris Pandan, menekankan bahwa kolaborasi ini bertujuan memperkuat silaturahmi antar organisasi.
Terlebih lagi, agenda ini menjadi persiapan strategis menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang diprediksi akan meningkatkan mobilitas masyarakat. Aris percaya bahwa pencegahan gangguan kamtibmas harus dilakukan secara kolektif.
“Kita harus sinergi untuk itu dan harapannya bisa menjaga keamanan, ketertiban masyarakat di lingkungan sekitar Kota Semarang. Koordinasi dengan pimpinan organisasi dan tokoh-tokoh ini membuat upaya pencegahan bisa langsung mengena,” jelas Aris Pandan penuh semangat.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menegakkan nahi munkar atau pencegahan potensi gangguan keamanan secara cepat dan terkoordinasi.
Evaluasi Terbuka dan Layanan Polrestabes
Lebih lanjut, Polrestabes Semarang memanfaatkan momen ini untuk memberikan gambaran jelas mengenai prosedur pelaporan masyarakat.
Bahkan, pihak kepolisian membuka diri terhadap evaluasi jika ada laporan yang tidak mendapatkan respon baik dari anggota di lapangan.
Penegasan ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan publik serta memastikan pelayanan tetap prima di awal tahun 2026 ini.
Akhirnya, pertemuan di Aula Roemani ini memberikan angin segar bagi indeks kerukunan umat beragama di Semarang. Dengan demikian, keterlibatan aktif semua elemen masyarakat menjadi kunci utama agar kota tetap aman dan damai.
Mari kita jadikan hasil dialog ini sebagai motivasi untuk terus menjaga lingkungan masing-masing demi keberkahan bersama.