Jangan Bangga Jabatan Tinggi! Hati-Hati, Dengan Harta Melimpah
Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Kerap kali manusia menggantungkan rasa aman hidupnya pada tingginya jabatan, melimpahnya harta, serta besarnya kekuasaan duniawi. Banyak orang merasa tidak tersentuh oleh kehancuran hanya karena memiliki pelindung materi yang terbilang sangat kuat.
Padahal, benteng-benteng megah di dunia tidak akan pernah sanggup menyelamatkan seseorang saat takdir dan keputusan Allah SWT telah tiba. Peringatan keras tersebut mengemuka dalam Kajian Ahad Pagi di Masjid Nurul Qomariyah, Jalan Zebra Tengah, Semarang, pada Ahad (26/7/2026).
Pengasuh majlis ilmu tersebut, Ust. Dr. H. Zuhad Masduki, M.A., membedah pelajaran Bani Nadhir berdasarkan kandungan Surah Al-Hasyr ayat 2–5. Forum ini mengajak jamaah memetik hikmah besar dari perjalanan sejarah kelam kaum Yahudi Madinah pada masa Rasulullah SAW.
Oleh karena itu, Ahli Tafsir Al-Qur’an UIN Walisongo tersebut membeberkan bahwa kesombongan dan tindakan mengkhianati perjanjian menjadi pemicu utama terusirnya kabilah Bani Nadhir dari tanah Madinah. Rencana jahat memfitnah dan merencanakan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad SAW justru berbalik meremukkan diri mereka sendiri.
Makar Berbalik Arah
Sementara itu, pembahasan kajian ini menegaskan bahwa kejahatan tipu daya pada akhirnya akan menimpa sang perencana itu sendiri. Penceramah ini menceritakan bagaimana kepungan rasa takut yang Allah kirimkan sanggup merobohkan benteng-benteng pertahanan kokoh milik Bani Nadhir.
Selanjutnya, Pengasuh Kajian Ahad Pagi PCM Pedurungan ini meminta jamaah untuk tidak memandang kisah penaklukan tersebut sekadar sebagai catatan sejarah masa lalu. Rangkaian peristiwa tragis akan terus berulang apabila manusia modern mengulangi sebab-sebab kesalahan yang sama dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan pernah merasa aman hanya karena memiliki harta, jabatan, kekuasaan, atau kedudukan. Benteng-benteng dunia tidak akan mampu melindungi seseorang jika Allah telah menetapkan keputusan-Nya,” tutur Ust. Zuhad di hadapan jamaah yang memadati ruang utama masjid.
Benteng Sejati Mukmin
Di sisi lain, kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus (MTDK) bersama LAZISMU PCM Pedurungan ini mengingatkan pentingnya menjaga kejujuran. Pengkhianatan sekecil apa pun menjadi awal mula dari terangkatnya keberkahan hidup seseorang.
Maka dari itu, tokoh yang juga menjabat sebagai salah satu Ketua Dewan Pimpinan Harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah tersebut mengimbau masyarakat untuk membentengi diri dengan ketaatan hakiki. Keimanan yang kokoh jauh lebih berharga daripada sekadar menyandarkan keselamatan pada hal-hal yang bersifat fana.
Guna menutup pesan kajiannya, penceramah Semarang tersebut menyampaikan nasihat mendalam agar jamaah tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Keimanan dan ketakwaan menjadi satu-satunya perlindungan sejati bagi seorang hamba.
“Benteng sejati seorang mukmin bukanlah tembok yang tinggi atau harta yang melimpah. Benteng kita adalah iman, takwa, dan ketaatan kepada Allah. Selama benteng itu kokoh, tidak ada kekuatan dunia yang mampu meruntuhkan seorang hamba yang bergantung kepada-Nya,” pungkas Ust. Dr. H. Zuhad Masduki, M.A. mengakhiri kajiannya.