Masjid Bersejarah di Semarang Ini Rintis Usaha Mandiri Demi Umat
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Penguatan ikhtiar pemberdayaan ekonomi umat kini mulai menjadi fokus utama pengembangan dakwah di Semarang. Termasuk salah satunya Masjid At-Taqwa Halmahera di Kecamatan Semarang Timur yang menggagas terobosan baru lewat pembukaan unit usaha produktif berbasis masjid.
Masjid bersejarah milik warga Muhammadiyah ini resmi mendirikan toko sembako untuk melayani kebutuhan pokok masyarakat sekitar. Langkah nyata ini sekaligus menjadi sumber pendapatan mandiri guna membiayai berbagai program dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial.
Selain menyediakan kebutuhan harian, toko ini menjadi pusat pemasaran produk unggulan organisasi seperti Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Surya Bening. Sinergi antar-Amal Usaha Muhammadiyah ini terbukti ampuh memperkuat kemandirian ekonomi dari tingkat bawah.
Wakil Ketua PDM Kota Semarang, Dr. H. AM Jumai, S.E., M.M., menegaskan bahwa masjid harus bertransformasi menjadi pusat peradaban Islam. “Memakmurkan masjid tidak hanya diukur dari ramainya jamaah dalam beribadah, tetapi juga dari kemampuannya melahirkan kegiatan pendidikan, sosial, ekonomi, dan dakwah yang berkelanjutan. Karena itu, pengembangan usaha produktif merupakan ikhtiar strategis agar masjid memiliki kemandirian pembiayaan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Dr. H. AM Jumai, S.E., M.M., dalam keterangannya pada Jumat (31/7/2026).
Potensi Strategis Kawasan Padat Penduduk dan Sinergi Tokoh
Langkah pemberdayaan ekonomi umat di Masjid At-Taqwa Halmahera memiliki peluang sukses yang sangat besar. Sebab, posisi bangunan masjid berdiri kokoh di tengah kawasan pemukiman padat penduduk Kota Semarang.
Namun demikian, pengurus masjid masih membutuhkan dukungan pendampingan manajemen serta penambahan sumber daya manusia yang aktif. Oleh karena itu, jajaran pimpinan daerah hingga wilayah bersiap memberikan penguatan program secara berkesinambungan.
Keberlangsungan berbagai agenda positif selama ini lahir dari dedikasi tinggi para tokoh lokal setempat. Sosok seperti dr. Adi Nolodewo, Ibu Ida Samroni, Bapak Untung, hingga Ketua PCM Semarang Timur Supriagung terus mencurahkan pikiran demi merawat masjid.
Selanjutnya, kolaborasi lintas tokoh ini menjaga Masjid At-Taqwa Halmahera tetap hidup sebagai wadah pembinaan masyarakat. Kehadiran unit usaha baru ini makin melengkapi peran sosial masjid di tengah warga.
Menuju Model Masjid Mandiri dan Berdaya Saing
Pengembangan usaha toko sembako ini menjadi bukti nyata bahwa masjid sanggup menghidupkan fungsi sosial secara luas. Maka dari itu, pengelola masjid menargetkan model pemberdayaan ini bisa menginspirasi tempat ibadah lainnya.
Masyarakat sekitar menyambut hangat kehadiran toko sembako murah di lingkungan masjid mereka. Bahkan, warga dapat berbelanja kebutuhan harian sekaligus menyalurkan infak secara tidak langsung untuk kegiatan dakwah.
Sinergi kuat antara jamaah, pengurus cabang, hingga pimpinan daerah akan mempercepat pencapaian cita-cita kemandirian ini. Akhirnya, masjid tidak hanya kokoh dalam pembinaan akidah, tetapi juga unggul dalam menyejahterakan ekonomi jamaah.
Langkah inovatif ini membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi umat sanggup lahir dari rumah ibadah. Kehadiran unit usaha produktif ini siap membawa Masjid At-Taqwa Halmahera menjadi pusat kemajuan peradaban di Kota Semarang.