Bukan Cuma Cari Cuan! Gerakan Ekonomi Kreatif Masjid Ini Siap Kembalikan Berkah Jamaah
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Kebutuhan operasional dakwah dan pemakmuran masjid kini membutuhkan strategi pendanaan yang makin mandiri. Oleh karena itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Semarang Utara resmi mencetuskan gerakan ekonomi kreatif berbasis masjid untuk warga sekitar.
Inisiatif terobosan ini bermula dari sosialisasi perdana di Masjid At-Taqwa Bandarharjo, Semarang Utara, pada Kamis (30/7/2026). Melalui program ini, pihak pengurus mengajak takmir masjid menjadi pelopor agen distributor produk kebutuhan rumah tangga bernama Resik Cahaya.
Program wirausaha ini meluncurkan tiga produk utama, yaitu sabun cuci piring, deterjen cuci baju, dan sabun pel lantai. Selain mengantongi izin edar resmi BPOM serta jaminan halal, seluruh keuntungan produk ini akan masuk kembali ke kas masjid dan keuntungannya dirasakan langsung oleh jamaah.
Wakil Ketua Bidang Perekonomian PCM Semarang Utara, H. Sebastian, ST., MM., menegaskan visi besar di balik program ini. “Gerakan ini tidak hanya untuk mencari cuan, tapi untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur di kalangan jamaah. Hasilnya bisa untuk kesejahteraan pribadi, sekaligus untuk menopang kegiatan organisasi dan memakmurkan masjid,” ujar H. Sebastian, ST., MM., dalam keterangannya pada Kamis (30/7/2026).
Sinergi ‘Aisyiyah dan Takmir Masjid Demi Kemandirian Umat
Pengembangan gerakan ekonomi kreatif ini akan menyentuh seluruh lapisan organisasi di wilayah Semarang Utara. Pihak pengelola siap menggandeng ranting ‘Aisyiyah, takmir masjid, hingga para pemuda Muhammadiyah setempat.
Langkah kolaborasi ini bertujuan untuk membangun rantai pasok ekonomi yang solid dari jamaah, oleh jamaah, dan untuk jamaah. Dengan demikian, masjid tidak lagi hanya mengandalkan infak bulanan untuk membiayai berbagai agenda keagamaan.
Selain itu, kualitas produk lokal ini terbukti mampu bersaing dengan merek nasional yang beredar di pasaran. Penggunaan produk ini otomatis menjadi bentuk dukungan nyata bagi kemandirian ekonomi umat.
Kehadiran produk kebutuhan harian ini sekaligus menjadi solusi praktis bagi para ibu rumah tangga. Sebab, setiap pembelian sabun cuci bernilai ibadah untuk menyokong kegiatan sosial di lingkungan sekitar.
Pengurus Masjid At-Taqwa Siap Tindak Lanjut Pemasaran
Respons hangat langsung berdatangan dari para pengurus dan pimpinan takmir masjid di lokasi sosialisasi. Pihak takmir menyambut optimistis peluang usaha mandiri yang prospektif ini.
Ketua Takmir Masjid At-Taqwa Bandarharjo, Bambang Sutrisno, menegaskan kesiapan lembaganya untuk mengeksekusi program tersebut. Pihaknya akan segera mematangkan mekanisme harga dan skema pemasaran di tingkat jamaah.
“Kami dari Takmir dan Amal Usaha Masjid At Taqwa Bandarharjo sangat merespon dan mendukung penuh program ekonomi kreatif ini. Insya Allah kami akan mem-follow up secara maksimal. Tinggal satu langkah lagi, yaitu meminta persetujuan pengurus dan mengkaji bersama terkait harga serta sistem mekanisme pemasarannya,” tegas Bambang Sutrisno dalam keterangannya pada Kamis (30/7/2026).
Maka dari itu, keberhasilan gerakan ekonomi kreatif ini diharapkan mampu menginspirasi masjid-masjid lain di Kota Semarang. Langkah nyata ini membuktikan bahwa masjid sanggup menjadi pusat peradaban dan kebangkitan ekonomi umat.