Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Bukan Acara Biasa, Pelatihan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sukses Tarik Pelajar Lintas Pulau

1 Agustus 2026, 22:17 WIB 2 menit baca
Foto bersama jajaran tokoh dan delegasi peserta Pelatihan Taruna Melati 2 Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Semarang berpose mengepalkan tangan tanda ketangguhan.
SIMBOL KETANGGUHAN: Jajaran tokoh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang berfoto bersama puluhan delegasi pelajar lintas daerah usai sesi pembukaan Pelatihan Taruna Melati II (PKTM 2) Ikatan Pelajar Muhammadiyah di SMK 1 Muhammadiyah Semarang. Kompak mengepalkan tangan, pose ini merepresentasikan semangat pergerakan dan ketangguhan calon pemimpin masa depan.

SEMARANG TENGAH, muhammadiyahsemarangkota.org Pelatihan kepemimpinan tingkat daerah di Semarang sukses mematahkan batasan geografis. Acara Ikatan Pelajar Muhammadiyah ini secara mengejutkan mampu menarik perwakilan pelajar dari Pulau Bali. Agenda ini membuktikan bahwa gemblengan mental remaja bisa memicu antusiasme positif hingga lintas provinsi.

Membentuk Ketangguhan Kader Lintas Pulau

Rangkaian kawah candradimuka bernama Pelatihan Taruna Melati II (PKTM 2) ini akhirnya resmi bergemuruh. Pada sesi pembukaan yang berlangsung Jumat, 31 Juli di SMK 1 Muhammadiyah Semarang, puluhan remaja bersiap melewati tantangan. Total ada 39 peserta asal Semarang ditambah tiga delegasi Bali yang bertekad menyatukan visi pergerakan.

Kehadiran peserta beda provinsi ini otomatis menaikkan level acara. Agenda kepemudaan tersebut menguatkan pijakan sebagai episentrum baru pergerakan pelajar. Mengusung tema ketangguhan diri, forum ini sengaja merancang ujian berat bagi para calon pemimpin.

“Kader pelajar harus melalui proses kaderisasi yang penuh tantangan. Proses ini bertujuan membentuk ketangguhan untuk memajukan gerakan pelajar di Semarang,” ungkap panitia penyelenggara saat menjabarkan makna tema acara.

Tiga Perisai Utama Menghadapi Zaman

Merespons kerasnya gempuran zaman, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Suparno BM., M.Si., turun langsung memberikan arahan. Ia menegaskan pentingnya membekali anak muda dengan perisai moral yang tangguh. Pesan kebangkitan ini ia sampaikan langsung di hadapan jajaran tokoh penting dan kepala sekolah setempat.

Untuk mencetak karakter yang kuat, Suparno menjabarkan Tiga Kompetensi Dasar Kader secara gamblang. Ia meminta seluruh peserta agar selalu menjadikan nilai agama, wawasan intelektual, dan jiwa sosial sebagai fondasi utama kehidupan.

“Kalian wajib memiliki pemahaman nilai Islam yang mendalam. Selain itu, kader harus berpikir kritis, kreatif, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi untuk membawa kebermanfaatan,” tegas Suparno merangkum poin keislaman, keilmuan, dan kemasyarakatan.

Menyiapkan Estafet Kepemimpinan Nasional

Rentetan agenda selama tiga hari penuh ini jelas menawarkan lebih dari sekadar materi kelas. Ruang inkubasi ini sengaja panitia ciptakan agar peserta bisa mempraktikkan ilmu keorganisasian secara langsung.

Melihat antusiasme yang ada, penyelenggara menitipkan harapan yang sangat besar. Mereka ingin ajang PKTM 2 ini menjadi wadah berproses yang aman sehingga kader bisa semakin bermekaran saat kembali memimpin di sekolahnya nanti.

Mengakhiri sesi pembekalan, Suparno meletakkan tanggung jawab peradaban di pundak para remaja tersebut. Ia menginstruksikan para kader agar tidak mudah puas diri dan siap menjadi teladan utama bagi organisasi lain.

“Ikuti terus jenjang perkaderan sampai tingkat pusat dan mampulah menjadi tauladan. Kalian harus siap menjadi pengganti pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah di masa yang akan datang,” pesan Suparno memantik semangat juang peserta.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: