TEMBALANG , muhammadiyahsemarangkota.org – Keberadaan Pemuda Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada rutinitas seremonial semata hal tersebut di sampaikan oleh Suharno, S.Pd., selaku Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Semarang, saat memberikan sambutan pada acara pelantikan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM).Â
Ia mendorong kader untuk bertransformasi menjadi pusat gerakan intelektual dan membangun kemandirian ekonomi yang nyata di tengah masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Suharno saat melantik Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Tembalang periode Muktamar XVIII, di Masjid At-Taqwa Muhammadiyah Jawa Tengah, Ahad (30/11/2025).
Di hadapan 350 jamaah yang memadati kajian Ahad pagi, Suharno menekankan bahwa tantangan zaman menuntut kader untuk tidak hanya idealis, tetapi juga pragmatis dalam artian positif, yakni melek teknologi dan mandiri secara finansial.
“Mari kita jadikan Pemuda Muhammadiyah sebagai rumah ilmu dan pusat gerakan dakwah kultural. Kita harus terus mengkaji, berpikir kritis, dan mengamalkan ilmu untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” tegas Suharno dalam sambutannya.
Dorong Kewirausahaan, Bukan Sekadar Kegiatan Besar
Suharno menyoroti pentingnya pergeseran paradigma dalam mengukur keberhasilan organisasi. Menurutnya, parameter kesuksesan bukan lagi dilihat dari kemegahan acara yang digelar, melainkan dampak langsung yang dirasakan umat.
Ia menginstruksikan pengurus baru untuk fokus pada pengembangan kewirausahaan pemuda sebagai langkah konkret kemandirian organisasi.
“Ke depan, program kerja kita akan fokus pada pengembangan kewirausahaan pemuda. Kita dorong kader-kader pemuda untuk mandiri, sehingga dapat berkontribusi dalam membangun kemandirian ekonomi persyarikatan dan masyarakat,” ujarnya.
Suharno menambahkan secara tegas, “Keberhasilan Pemuda Muhammadiyah bukan diukur dari banyak kegiatan besar, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.”
Garda Terdepan Islam Wasathiyah
Selain aspek ekonomi dan intelektual, Suharno juga mengingatkan posisi strategis Pemuda Muhammadiyah sebagai garda terdepan persyarikatan dan pewaris cita-cita K.H. Ahmad Dahlan. Di tengah polarisasi sosial yang kerap terjadi, kader diminta menjadi penyejuk.
“Pemuda Muhammadiyah harus tampil sebagai penyejuk dengan menjunjung tinggi Islam Wasathiyah yang Rahmatan Lil Alamin. Jadilah pemuda yang berkemajuan, berdakwah dengan kebaikan, dan berjuang dengan kebenaran,” pesannya.
Sebagai harakah Islamiyah, Suharno meminta kader untuk memadukan idealisme keislaman dengan realitas kekinian, menjaga integritas moral, serta tetap menjalankan amar ma’ruf nahi munkar.
Regenerasi PCPM Tembalang
Pelantikan ini menandai babak baru kepemimpinan pemuda di kawasan Tembalang. Sebanyak 13 kader resmi dikukuhkan dengan Azhar Rama Surya Negara didapuk sebagai Ketua PCPM Tembalang periode Muktamar XVIII.
Prosesi pelantikan ini mendapatkan dukungan penuh dari jajaran pimpinan senior atau “Ayahanda” Muhammadiyah. Turut hadir dan memberikan dukungan antara lain Wakil Ketua PDM Semarang Jumadi, S.Pd., M.Pd., Ketua PCM Tembalang 1 Drs. H. Moch Nasihin, M.Pd., serta Ketua Takmir Masjid At-Taqwa Dr. Karnadi, M.Pd.
Pelantikan yang digelar beriringan dengan Kajian Ahad Pagi PCM Tembalang 1 ini diharapkan menjadi momentum bagi PCPM Tembalang untuk menyelaraskan program kerjanya dengan visi dakwah Muhammadiyah, sekaligus menjadi motor perubahan di wilayah Tembalang.
Baca juga : 350 Jamaah Saksikan Babak Baru PCPM Tembalang: Pemuda Muhammadiyah Dipanggil Jadi Garda Terdepan


