Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Bukan Aktivis Biasa! Perempuan Muda Jateng Pasang Badan Lawan Krisis Lingkungan

10 Februari 2026, 14:59 WIB 2 menit baca
Foto bersama ratusan perempuan anggota Nasyiatul Aisyiyah di dalam aula besar dengan langit-langit kayu dan lampu kristal. Sebagian besar peserta mengenakan seragam batik hijau muda dengan kerudung kuning gading. Di barisan depan, terlihat para pimpinan organisasi mengenakan pakaian formal dan seragam organisasi yang beragam (hijau, biru, merah, dan cokelat). Mereka berdiri sejajar menghadap kamera dalam ruangan dengan pencahayaan terang.
Soliditas kader untuk bumi: Ratusan kader Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah berfoto bersama dalam forum Musykerwil II di Semarang (07/02/2026). Kegiatan ini menjadi titik tolak transformasi gerakan perempuan muda yang berfokus pada kesadaran ekologis berlandaskan nilai Islam dan kesejahteraan emosional (wellbeing) kader

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah baru saja menancapkan komitmen besar untuk menjaga kelestarian bumi pada Sabtu (7/2/2026). Buktinya, melalui forum Musykerwil II di Semarang, organisasi perempuan muda ini mengangkat isu krusial mengenai peran perempuan muda dalam lingkungan.

Langkah nyata ini merupakan respons atas krisis alam dan persoalan sosial yang semakin kompleks bagi generasi muda. Alhasil, Nasyiatul Aisyiyah (NA) kini bertransformasi menjadi gerakan yang tidak hanya aktif, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis yang berlandaskan nilai Islam.

Rawat Kehidupan Lewat Ekologi Berkeadaban

Selanjutnya, Ketua PWNA Jawa Tengah, Monica Subastia, menegaskan bahwa gerakan ini harus membumi dalam setiap program kerja kader. Tujuannya, agar setiap perempuan muda mampu menjaga keseimbangan antara spiritualitas dan kelestarian alam di sekitar mereka. Monica menginginkan setiap anggota NA hadir sebagai sosok yang peduli pada kepedulian sosial secara menyeluruh.

Ketua wilayah tersebut menyampaikan harapannya agar organisasi ini menjawab tantangan nyata di masyarakat.

“Kami ingin perempuan muda NA hadir merawat kehidupan secara menyeluruh membangun kesadaran lingkungan, memperkuat kepedulian sosial, serta meneguhkan nilai-nilai spiritual,” ungkap Monica penuh semangat.

Maka dari itu, Musykerwil II ini melahirkan program-program yang berkelanjutan bagi kemajuan perempuan di Jawa Tengah. Ternyata, keterlibatan aktif perempuan muda dalam menjaga ekologi menjadi kunci keberhasilan peradaban masa depan.

Bahagiakan Kader dengan Ekosistem Organisasi Sehat

Menariknya, keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada kondisi mental dan kebahagiaan para pejuang di dalamnya. Buktinya, Ketua Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, menekankan pentingnya wellbeing atau kesejahteraan emosional para kader. Ariati memandang bahwa organisasi yang kuat lahir dari ruang yang aman, nyaman, dan memanusiakan setiap anggotanya.

Sosok pemimpin pusat ini mengingatkan agar organisasi tidak hanya mengejar target produktivitas semata.

“Wellbeing kader perlu menjadi perhatian bersama agar Nasyiatul Aisyiyah mampu menjaga semangat, daya juang, dan kebahagiaan anggotanya dalam berproses,” tegas Ariati.

Akhirnya, tata kelola yang rapi dan sistematis menjadi kunci agar setiap program memberikan dampak luas bagi lingkungan. Sejatinya, ketika perempuan muda berdaya dan bahagia, mereka akan menjadi agen perubahan yang luar biasa bagi semesta. Mari kita dukung langkah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah dalam mewujudkan bumi yang lebih hijau dan berkeadaban.

Kontributor: Tim Media Nasyiatul Aisyiyah
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: