Perempuan Berkemajuan dari Banyumanik Siap Jawab Tantangan Zaman
BANYUMANIK_muhammadiyahsemarangkota.org- “Dinamisasi bukan hanya soal bergerak, tapi tentang bagaimana menjawab tantangan zaman dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam berkemajuan,” ujar Aminah Kurniasih, Ketua PDA Kota Semarang saat membuka Musypimcab 1 PCA Aisyiyah Banyumanik.
Ucapan ini bukan hanya sekadar kalimat pembuka, tetapi gambaran semangat yang menyelimuti acara yang digelar Ahad, 13/07/25, bertepatan dengan 18 Muharram 1447 H, sekaligus menjadi perayaan Milad ke-108 ‘Aisyiyah. Digelar di Rumah Dakwah Banyumanik, kegiatan ini dihadiri sekitar 50 peserta dari unsur pimpinan dan kader ‘Aisyiyah serta Muhammadiyah tingkat kota dan cabang.
Musypimcab bukan sekadar forum tahunan, melainkan panggung penting bagi para perempuan Muhammadiyah untuk memperkuat sinergi lintas struktur, mengevaluasi langkah, dan merancang strategi gerakan yang lebih kontekstual di tengah arus zaman yang terus berubah.
Ruang Refleksi, Evaluasi, dan Strategi Gerakan
Acara diawali dengan pidato Ketua PCA Banyumanik, Drs. Rettagung Diana, M.Kes., yang menekankan pentingnya revitalisasi peran perempuan dalam dakwah Islam yang membebaskan dan mencerahkan. Diikuti sambutan dari Ketua PCM Banyumanik, Drs. Masykuri, M.Pd., yang mengapresiasi kiprah ‘Aisyiyah dalam bidang sosial, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. Aminah Kurniasih kemudian secara resmi membuka Musypimcab dengan ajakan reflektif: menguatkan ideologi dan membangun gerakan yang tetap relevan.

Pemotongan Tumpeng Simbolis Milad ‘Aisyiyah ke – 108 oleh Aminah Kurniasih, S.Pd., M.Pd.,, Ketua PDA Kota Semarang didampingi Ketua PCA Banyumanik, Drs. Rettagung Diana, M.Kes., dan Ketua PCM Banyumanik, Drs. Masykuri, M.Pd.,. (Foto:Adib)
Sidang-sidang pleno berlangsung mulai dari pembahasan reflektif ideologis, laporan pertanggungjawaban, hingga diskusi terbuka antara PCA dan para pimpinan ranting se-Banyumanik. Evaluasi dan masukan dari ranting diterima secara terbuka, menjadi bahan pertimbangan dalam memperkuat langkah gerakan ke depan. Seluruh sesi ditutup dengan penyampaian materi strategis menuju sidang komisi.
Dalam sidang komisi, para kader dibagi menjadi tiga kelompok yang membahas agenda strategis, isu keorganisasian, serta ideologi dan kepemimpinan. Hasil dari komisi tersebut kemudian disampaikan dalam forum besar dan menjadi pedoman gerakan PCA Banyumanik untuk masa mendatang. Suasana diskusi yang aktif dan produktif menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta dalam menjawab kebutuhan umat secara nyata.
Komitmen Baru untuk Gerakan Dakwah Perempuan
Aminah Kurniasih menegaskan bahwa Musypimcab merupakan forum resmi sesuai Anggaran Rumah Tangga ‘Aisyiyah yang diselenggarakan dua kali dalam satu periode. Fungsinya bukan hanya untuk laporan pertanggungjawaban tahunan, tetapi juga merancang program ke depan secara lebih strategis. “Langkah selanjutnya adalah implementasi program melalui forum-forum kerja yang berjenjang, dari pusat hingga cabang,” jelasnya.
Penutupan acara dilakukan dengan penyampaian hasil sidang komisi, yang menjadi penanda selesainya seluruh rangkaian kegiatan. Namun, bagi para peserta, itu bukanlah akhir. Mereka pulang dengan semangat baru, membawa tekad kolektif untuk terus menghidupkan gerakan perempuan Islam yang inklusif, berkeadilan, dan berkemajuan.