Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Karir Melejit Tapi Dosa Durhaka? Awas, Balasannya Langsung Tunai di Dunia!

26 Maret 2026, 10:18 WIB 3 menit baca
Sebuah foto yang memperlihatkan konflik tegang di dalam sebuah ruang tamu rumah sederhana bergaya Indonesia lama dengan lantai ubin bermotif. Seorang pria paruh baya mengenakan kemeja lengan pendek bermotif garis-garis dan celana panjang berdiri dengan posisi agresif, mencondongkan tubuhnya ke depan sambil mengacungkan jari telunjuk kanannya tepat ke wajah seorang wanita tua yang mengenakan jilbab motif bunga dan duduk bersimpuh di kursi kayu. Wajah pria itu tampak marah, sementara wanita tua itu menundukkan kepala dengan ekspresi sedih dan tangan yang saling bertaut di pangkuannya. Di latar belakang, terdapat lemari kayu tua dengan beberapa foto keluarga berbingkai emas dan kalender dinding yang menunjukkan bulan Maret 2026.
LUKA HATI IBU: Gambaran konflik keluarga di mana seorang anak membentak orang tuanya. Ustadz Triwiyanto dari Majelis Tarjih PDM Kota Semarang mengingatkan jemaah Masjid At Taqwa, Genuk, bahwa dosa durhaka seperti membentak atau menyakiti hati orang tua akan mendapatkan balasan tunai di dunia, sehingga kesuksesan duniawi seorang anak tidak akan berarti jika restu orang tua sirna.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Momen Idulfitri 1447 H di halaman Masjid At Taqwa, Genuk, menyisakan pesan yang sangat menggetarkan hati bagi para pemudik. Buktinya, Ustadz Triwiyanto dari Majelis Tarjih PDM Kota Semarang mengingatkan bahwa kesuksesan duniawi tidak akan berarti jika seseorang memikul dosa durhaka. Alhasil, ribuan jemaah yang hadir pada Jumat (20/3/2026) lalu tampak merenungi kembali hubungan mereka dengan ayah dan ibu di kampung halaman.

Pesan ini terasa sangat menyentuh mengingat banyak orang baru saja pulang untuk bersimpuh memohon maaf kepada orang tua. Pasalnya, Ustadz Triwiyanto menegaskan bahwa setinggi apa pun pendidikan atau jabatan seseorang, semua itu akan sirna jika restu orang tua hilang. Kebahagiaan sejati pun mustahil terwujud jika lisan kita masih sering menyakiti hati sosok yang telah melahirkan kita.

Hukuman Tunai: Mengapa Dosa Durhaka Begitu Ngeri?

Selanjutnya, sang ustadz memaparkan fakta bahwa Tuhan menyegerakan hukuman bagi pelaku dosa durhaka. Buktinya, urusan adab kepada orang tua memiliki jalur “ekspres” dalam penerimaan sanksi ilahi. Dampaknya, kehidupan seseorang bisa terasa sempit jika membiarkan orang tua menangis akibat luka hati.

Majelis Tarjih tersebut mengutip hadits tentang balasan Allah terhadap setiap kesalahan manusia.

“Allah menyegerakan balasan saat hidup di dunia sebelum wafat bagi pelaku dosa durhaka,” tegas Ustadz Triwiyanto di hadapan jamaah.

Ternyata, menjaga lisan agar tidak membentak merupakan batasan minimal bagi setiap anak. Dampaknya, perlakuan mulia kepada orang tua justru menjadi pembuka pintu rezeki yang paling lebar. Mari kita manfaatkan sisa Syawal untuk membasuh dosa durhaka dengan meminta maaf secara tulus.

Refleksi Ramadhan: Sedekah sebagai Pembersih Kesalahan

Kemudian, Ustadz Triwiyanto juga mengajak jemaah mengevaluasi kualitas ibadah selama sebulan penuh di bulan suci kemarin. Buktinya, terdapat peringatan keras bagi orang-orang yang mendapati Ramadhan namun gagal mendapatkan ampunan dari Sang Pencipta. Alhasil, kerugian besar akan menimpa siapa saja yang membiarkan hari-hari penuh berkah berlalu tanpa adanya perubahan perilaku yang nyata.

Beruntung, Islam menawarkan solusi praktis melalui shalat, puasa, dan sedekah yang berfungsi sebagai penghapus noda-noda kesalahan di masa lalu.

Ustadz Triwiyanto menyitir sebuah hadits bahwa sedekah mampu melenyapkan kesalahan layaknya air yang memadamkan api dengan seketika.

Perayaan Lebaran tahun ini menjadi momentum yang pas untuk memulai lembaran baru yang lebih bersih dan penuh berkah. Sejatinya, kemenangan hakiki bukanlah terletak pada kemewahan materi, melainkan pada keikhlasan hati untuk menjauhi dosa durhaka dan mulai berbakti. Mari kita jaga api semangat kebaikan ini agar terus menerangi jalan hidup kita hingga Ramadhan berikutnya tiba!

Baca Juga :

Bakti pada Orang Tua, Cara Terbaik Mengetuk Pintu Surga di Bulan Suci

Persiapan Menyambut Ramadhan: Meraih Ampunan dan Keutamaan Bakti

Kontributor: Tim Media PCM Genuk
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: