Soroti Korupsi Pejabat, Ini Pesan Idulfitri Muhammadiyah tentang Integritas Bangsa
BANYUMANIK, muhammadiyahsemarangkota.org– Praktik korupsi dan keserakahan pejabat yang merajalela terbukti berakar dari hilangnya nilai kejujuran dalam mengemban amanah masyarakat. Sentilan keras tersebut menggema sebagai pesan Idulfitri Muhammadiyah dalam khutbah Dr. Aang Kunaepi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banyumanik, Jumat (20/3/2026) kemarin.
Menakar Kejujuran Pemimpin
Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dr. Aang Kunaepi , menegaskan pentingnya nilai kejujuran pasca-Ramadan. Ia menyoroti maraknya kasus korupsi dan keserakahan pejabat saat ini. Menurutnya, akar masalah tersebut bermula dari hilangnya integritas dan ketidakadilan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ibadah puasa seyogianya menjadi ujian nyata bagi kejujuran setiap individu.
“Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara jangan sampai terjadi krisis kejujuran karena hanya akan melahirkan kehancuran demi kehancuran,” ujar Dr. Aang Kunaepi.
Akademisi UIN Walisongo itu menambahkan, bahwa kejujuran merupakan sebuah kekuatan jiwa yang esensial. Kekuatan ini memampukan seseorang menyelesaikan berbagai problematika kehidupan secara efektif. Sebaliknya, ketiadaan sifat ini justru akan terus memunculkan masalah baru. Nilai luhur ini menjadi pesan Idulfitri Muhammadiyah yang ditekankan untuk memperbaiki moral para pemangku kebijakan.
Harapan Khutbah Idul Fitri 2026
Masyarakat tentu sangat merindukan sosok teladan yang memegang teguh amanah. Kejujuran pemimpin menjadi syarat mutlak dalam mewujudkan keadilan. Selain itu, para penegak hukum juga harus adil dalam memutuskan perkara persidangan. Jika semua pihak berani bersikap jujur, niscaya harmoni dan kedamaian hidup segera terwujud di tengah masyarakat.
“Maka apabila pemimpin sudah mampu untuk jujur terhadap rakyatnya, para pejabat jujur dalam mengemban amanah jabatannya… maka yakinlah kedamaian hidup pasti akan dirasakan,” tegas Aang.
Sebagai penutup, seluruh umat Islam wajib mempertahankan karakter jujur ini di kehidupan sehari-hari. Momentum kemenangan spiritual dari khutbah Idul Fitri 2026 ini tidak boleh menguap sekadar rutinitas seremonial. Kita semua harus mengaplikasikan nilai-nilai kejujuran secara konsisten demi menatap masa depan bangsa yang jauh lebih bermartabat