Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Potret Perjuangan Jamaah Haji, Bukti Nyata Menjemput Sunah Rasulullah di Mina

25 Mei 2026, 19:58 WIB 2 menit baca
Jemaah haji pria berihram duduk di dalam tenda besar di Mina, beberapa memegang kotak makanan.
Suasana di dalam salah satu tenda jemaah haji di Mina, di mana para jemaah beristirahat dan makan setelah tiba dari perjalanan.

MINA, muhammadiyahsemarangkota.org Perjalanan darat dari hotel menuju tenda Maktab 15 Mina menjadi saksi bisu kegigihan 357 jemaah KBIHU Muhammadiyah Semarang. Keterbatasan armada panitia mengharuskan penerapan sistem antrean panjang. Akibatnya, rombongan terakhir baru menginjakkan kaki di tenda Mina menjelang waktu subuh, Senin (25/05/26).

Keterbatasan Armada Bus Jemaah Haji

Rombongan jemaah haji ini memulai pergerakan sejak malam hari. Tepatnya pada tanggal 7 Zulhijah atau selepas salat Isya, armada bus jemaah haji pertama mulai mengangkut penumpang. Waktu saat itu menunjukkan pukul 21.15 WAS. Namun, perjuangan jemaah haji sesungguhnya baru saja bermula akibat terbatasnya fasilitas transportasi.

Kondisi jalanan yang padat membuat proses evakuasi berjalan cukup lambat. Panitia pun terpaksa mengatur keberangkatan secara bergiliran untuk 360 total jemaah.

“Karena untuk satu kloter ini hanya tersedia 3 bus. Karena kepadatan dan juga antrean, maka cukup panjang dan cukup lama bagi rombongan akhir yang berangkat ke Mina. Jadi, terakhir sekitar jam 3 dini hari baru semuanya bisa sampai di tenda Mina,” ujar Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kloter 28 SOC Semarang, Drs. H. Nurbini, M.Si.

Menggapai Sunah Tarwiyah Mina

Setibanya di tenda Maktab 15, jemaah langsung mendapat fasilitas istirahat. Mereka sejenak melepas lelah usai menempuh perjalanan yang panjang. Meskipun menghadapi rintangan teknis, semangat 357 peserta ibadah Tarwiyah Mina ini sama sekali tidak surut.

Nurbini menjelaskan bahwa jemaah langsung fokus menghidupkan malam di Mina. Ia menambahkan, para jemaah mengesampingkan rasa lelah demi meraih pahala yang maksimal.
“Kegiatan selama di Mina memperbanyak zikir, memperbanyak talbiyah, dan salat selama di Mina dilakukan dengan cara diqasar. Jadi ini adalah sebagai salah satu upaya untuk mengikuti sunah Nabi, sunah Rasulullah,” ungkap Nurbini.

Aturan Pengecualian dan Rute Lanjutan

Sementara itu, tiga orang anggota kloter memutuskan tidak mengikuti ibadah ini. Satu jemaah lanjut usia terpaksa menjalani safari wukuf karena masalah kemandirian fisik. Dua orang lainnya adalah petugas kloter.

Mereka mematuhi aturan Kementerian Agama untuk tidak ikut tarwiyah. Di sisi lain, tenaga kesehatan dan pembimbing ibadah tetap mendapat izin untuk mendampingi rombongan.
Selanjutnya, panitia dari Maktab 15 akan terus mengawal pergerakan jemaah. Sesuai jadwal operasional, mereka segera mengarahkan rombongan menuju Arafah pada keesokan paginya.

Kontributor: Tim Pembimbing Haji
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: