Rahasia Ketenangan Hati: Memahami Hakikat Iman Lewat Asmaul Husna
SEMARANG TENGAH, muhammadiyahsemarangkota.org – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang penuh kecemasan, resep ketenangan hati ternyata sederhana. Kuncinya adalah mengenal Sang Pencipta secara mendalam. Hal ini menjadi sorotan utama saat warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Sekayu memperdalam hakikat iman bersama Ustadz M Burhan Haeruddin, Ahad (15/2/2026). Kajian ini bertujuan membangun fondasi mental yang kokoh bagi warga dalam menghadapi tantangan hidup.
Dalam pemaparannya di kediaman Ibu Arifin, Jalan Sekayu Masjid, Semarang tengah, penceramah mengupas tuntas fondasi keyakinan tersebut. Ia menjelaskan bahwa iman bukan sekadar dogma buta. Sebaliknya, hakikat iman yang sejati menuntut penggunaan akal sehat. Pemahaman ini sangat penting untuk memperkuat tauhid di era sekarang.
Ustadz M Burhan Haeruddin menegaskan bahwa keraguan terhadap Tuhan dapat kita patahkan dengan logika. Kita bisa melihat bukti keberadaan Allah melalui keteraturan alam semesta. Selain itu, sistem tubuh manusia yang rumit juga menjadi tanda nyata kebesaran-Nya. Fakta ini membuktikan adanya Sang Pencipta yang Maha Mengatur.
“Sesuatu yang tak terlihat, bukan berarti tidak ada,” tegas Ustadz Burhan memberikan analogi.
Ia memberi contoh akal manusia. Meski tak kasat mata, keberadaan akal terbukti dari fungsinya berpikir. Begitu pula Allah yang hadir lewat efek ciptaan-Nya yang luar biasa.
Selanjutnya, kajian ini menyentuh aspek Asmaul Husna atau nama-nama indah Allah. Mengenal sifat Al-Hayyu Al-Qayyum (Maha Hidup dan Berdiri Sendiri) sangat penting bagi jiwa. Pemahaman yang benar terhadap sifat-sifat ini akan melahirkan rasa aman. Hasilnya, seorang mukmin akan merasakan ketenangan hati yang sejati.
Lebih jauh, Ustadz Burhan mengingatkan dampak dari meyakini Allah sebagai Pengatur Mutlak. Ketika sadar akan hal ini, kita tidak akan cemas berlebihan. Kita tetap berikhtiar, seperti berobat saat sakit. Namun, hati tetap tenang karena yakin kesembuhan hakiki ada di tangan-Nya.
Program BASUH dan Senam Bahagia
Tidak hanya siraman rohani, acara ini juga memuat kegiatan positif warga yang inspiratif. Sejak Subuh pagi, Pimpinan Ranting Aisyiyah Sekayu telah menggelar program BASUH (Belajar Baca Alquran Bakda Subuh). Setelah itu, warga melanjutkan aktivitas dengan Senam Bahagia untuk menjaga kebugaran fisik.

Sisi humanis yang unik terlihat jelas dalam sesi sarapan bersama. Ibu-ibu menyantap hidangan di atas daun pisang utuh tanpa piring. Tradisi ini menyimbolkan kesederhanaan dan kesetaraan antarwarga. Momen kebersamaan seperti ini mempererat ikatan sosial di lingkungan Sekayu.
Akhirnya, kegiatan ini membuktikan satu hal penting. Keseimbangan antara kesehatan fisik, harmoni sosial, dan pemahaman hakikat iman adalah kunci kebahagiaan. Dengan bekal ilmu dan kebersamaan ini, warga Sekayu kini siap menjalani hari dengan optimisme baru.