Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Redam Amarah Pasangan, Ini Tips Keluarga Sakinah ala Rasulullah

28 Juni 2026, 20:43 WIB 3 menit baca
Sekretaris PDM Kota Semarang H. Suparno BM sedang memberikan ceramah mengenai tips keluarga sakinah menggunakan mikrofon dan laptop di depan spanduk Pengajian Ahad Pagi Cabang Muhammadiyah Tembalang 2.
Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, H. Suparno BM., S.Ag., M.S.I saat memaparkan materi tips keluarga sakinah pada Pengajian Ahad Pagi di Masjid SBH, Tembalang, Ahad (28/6/2026).

TEMBALANG, muhammadiyahsemarangkota.org Statistik menunjukkan bahwa 80 persen konflik rumah tangga berakar pada kegagalan komunikasi. Oleh karena itu, penting bagi setiap pasangan untuk memahami tips keluarga sakinah demi menjaga keharmonisan. Sekretaris PDM Kota Semarang menyodorkan konsep “Termostat Emosi” ala Sunnah sebagai solusi instan untuk meredam ego pasangan yang sedang memuncak.

Pengajian Ahad Pagi ini berlangsung khidmat di Masjid SBH, Jalan Bukit Kencana Nomor 7, Meteseh, Tembalang pada Ahad, 28 Juni 2026. Ratusan jemaah dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tembalang 2 menghadiri acara tersebut sejak pukul 06.15 WIB. H. Suparno BM., S.Ag., M.S.I hadir sebagai pembicara utama untuk menyampaikan arsitektur rumah tangga islami.

Menguak Penyebab Rumah Tangga Tidak Harmonis

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang tersebut langsung memaparkan matriks diagnostik mengenai ancaman keluarga zaman now. Ia menjelaskan bahwa gawai sering kali menjadi orang ketiga yang merusak keintiman suami istri. Kondisi digital yang destruktif ini menjadi salah satu penyebab rumah tangga tidak harmonis yang paling jamak ditemukan.

“Delapan puluh persen konflik rumah tangga berakar pada kegagalan komunikasi, bukan pada besarnya masalah inti,” ujar Suparno di hadapan jemaah. Ia menegaskan bahwa tanpa adanya keterlibatan Allah, bangunan rumah tangga sekokoh apa pun pasti akan goyang dan roboh. Pasangan modern kerap sibuk menuntut hak, namun mereka lupa memberikan ketenangan di dalam hati pasangan.

Fondasi Tauhid dan Cara Mengatasi Kecanduan HP Anak

Sebagai langkah konkret, Suparno menawarkan panduan praktis yang berpusat pada penegakan ibadah di rumah. Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali “Akar Tauhid” seperti gerakan shalat berjamaah bersama seluruh anggota keluarga. Selain itu, orang tua memiliki kewajiban moral untuk melindungi anak-anak dari dampak buruk teknologi.

“Anak dan cucu bukanlah proyek orang tua, melainkan amanah yang harus dikembalikan kepada Allah,” tegas Suparno dalam ceramahnya. Menurutnya, konversi screen time menjadi family time lewat aktivitas mengaji bersama merupakan cara mengatasi kecanduan hp anak yang paling efektif. Melalui komunikasi yang hidup, kehangatan di meja makan akan kembali mencairkan suasana rumah.

Kompas Jariyah dan Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah

Sebelum menutup ceramah, Suparno mengajak jemaah mengarahkan kembali kemudi keluarga menuju investasi keabadian. Pernikahan Islam harus dirancang sebagai ladang amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Aktivitas beribadah bersama ini menjadi cara mendekatkan diri kepada Allah yang paling benderang bagi sepasang kekasih.

“Sakinah akan terwujud jika tiga elemen utama ini hidup dan saling menguatkan, yaitu masjid di rumah, madrasah pertama, dan meja makan,” pungkas Suparno. Hubungan yang sehat pada akhirnya melahirkan ketenangan batin, bukan sekadar kemegahan fisik bangunan. Ketika ego diredam lewat tutur kata yang baik, di sanalah ketenteraman sejati akan bernaung.

Kontributor: MPI PCM Tembalang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: