KBIH Muhammadiyah Gelar Manasik Jamaah Haji 2025
SEMARANG SELATAN, muhammadiyahkotasemarang.org – Pimpinan Rumah Sakit Roemani Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam pelayanan umat melalui kegiatan Manasik Haji 2025 yang digelar pada Minggu (5/10/2025). Acara ini menjadi langkah strategis dalam membekali calon jamaah haji agar siap lahir batin, dengan menghadirkan dua materi utama: Fiqih Thaharah dan Pembinaan Kesehatan Haji.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Sakit Roemani ini dirancang tidak sekadar menjadi ajang bimbingan teknis, tetapi juga sebagai ruang pembinaan spiritual dan kesehatan bagi jamaah. Melalui sinergi antara KBIH Muhammadiyah dan Dinas Kesehatan Kota Semarang, manasik ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara kebersihan diri, kesehatan jasmani, dan kesiapan ruhani sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Sentuhan Spiritual dalam Persiapan Haji
Sesi pertama disampaikan oleh H. Mafrukhi, pembimbing KBIH Muhammadiyah Kota Semarang, yang membawakan materi Fiqih Thaharah (Wudlu, Mandi, dan Tayamum).
Beliau mengingatkan jamaah bahwa bersuci adalah simbol kesiapan spiritual.
“Thaharah itu bukan sekadar mencuci anggota badan, tapi juga cara kita membersihkan hati,” ujar H. Mafrukhi.
Dalam materinya, beliau menjelaskan bahwa thaharah menjadi fondasi utama sebelum ibadah apa pun dilakukan. Jamaah diajak memahami makna wudlu bukan hanya sebagai syarat sah salat, tetapi juga latihan menjaga kesucian diri di setiap kesempatan. Ia juga menguraikan tata cara mandi wajib serta tayamum yang menjadi solusi bersuci ketika air sulit ditemukan di Tanah Suci.
Melalui penjelasan tersebut, jamaah diingatkan agar menjaga kebersihan diri sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah.
Pada sesi berikutnya, Dinas Kesehatan Kota Semarang memberikan pembekalan tentang Program Kesehatan Haji Tahun 2025.
Melalui paparan Kepala Dinas Kesehatan, dr. Mochamad Abdul Hakam, Sp.PD, FINASIM, jamaah diingatkan untuk menjaga kebugaran sejak dini agar dapat beribadah dengan aman dan nyaman di Tanah Suci.
“Kesehatan itu bagian dari ibadah. Jamaah yang sehat bisa beribadah dengan khusyuk dan membawa pulang haji yang mabrur,” ungkap dr. Hakam.
Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya pemeriksaan istithaah kesehatan kemampuan fisik dan mental untuk menunaikan ibadah tanpa membahayakan diri. Dinas Kesehatan juga menyoroti beberapa penyakit yang sering menjadi hambatan bagi jamaah, seperti penyakit jantung, demensia, dan pneumonia. Selain itu, jamaah diimbau untuk rutin berolahraga ringan, menjaga pola makan, dan memperhatikan kondisi tekanan darah agar tidak mengalami kelelahan ekstrem di tengah suhu panas Arab Saudi yang bisa mencapai 38 °C (Celcius)
Tak hanya soal pemeriksaan medis, sesi ini juga mengingatkan jamaah untuk membawa obat pribadi, mengaktifkan asuransi kesehatan, serta melaporkan kondisi kesehatan secara berkala kepada puskesmas. Semua langkah itu menjadi bentuk ikhtiar agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang, aman, dan bermakna.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Rumah Sakit Roemani, KBIH Muhammadiyah, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Tujuannya adalah membentuk jamaah yang siap lahir batin, seimbang antara ilmu agama dan pemahaman kesehatan.
Panitia menuturkan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan agar jamaah haji dari Kota Semarang dapat menjalankan ibadahnya dengan lancar dan selamat.
Kolaborasi ini juga menunjukkan peran Rumah Sakit Roemani sebagai rumah sakit yang tidak hanya berfokus pada layanan medis, tetapi juga pada pembinaan rohani dan edukasi masyarakat sesuai nilai-nilai Islam.
Dalam kegiatan ini, panitia mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga kesehatan, memperbanyak doa, dan menata niat.
Tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga momen refleksi bagi setiap calon tamu Allah agar berangkat dengan tubuh yang kuat dan hati yang bersih.
Dengan perpaduan antara ilmu thaharah dan kesehatan, Manasik Haji 2025 di RS Roemani Semarang menjadi langkah awal menuju keberangkatan yang penuh berkah dan keselamatan.