Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Panduan Rute Alternatif Lebaran Semarang & Aturan Parkir Ziarah Bergota

19 Maret 2026, 16:30 WIB 2 menit baca
Peta rute alternatif Lebaran Semarang dan pengalihan arus lalu lintas di kawasan TPU Bergota resmi dari Dishub Kota Semarang untuk menghindari kemacetan ziarah.
Infografis peta pengalihan arus dan rute alternatif Lebaran Semarang di sekitar TPU Bergota. Kebijakan penutupan jalan bagi mobil ini berlaku pada Hari H hingga H+2 Idulfitri. (Sumber: Instagram @dishubkotasmg)

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Masyarakat yang melintas di pusat Kota Semarang wajib mewaspadai pengalihan arus lalu lintas di sekitar TPU Bergota selama libur Idulfitri agar terhindar dari penumpukan kendaraan.

Melansir informasi dari akun Instagram resmi @dishubkotasmg, Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Polrestabes memberlakukan rekayasa lalu lintas ini sejak hari H hingga H+2 Idulfitri. Petugas melarang kendaraan roda empat, bus, dan truk melintasi kawasan sekitar Taman Pemakaman Umum (TPU) Bergota. Kebijakan ini bertujuan mengurai potensi macet TPU Bergota akibat tingginya antusiasme tradisi ziarah masyarakat.

Pilih Rute Alternatif dan Perhatikan Aturan Parkir

Pengguna jalan sebaiknya memperhatikan peta lalu lintas Semarang terbaru sebelum bepergian. Dishub menutup akses mobil di beberapa titik masuk, seperti Jalan Pandanaran dan Jalan Kyai Saleh. Oleh karena itu, masyarakat harus mencari rute alternatif Lebaran Semarang jika ingin menuju ke pusat kota.

Sementara itu, peziarah yang mengendarai sepeda motor masih boleh melintas. Petugas telah menyediakan kantong parkir khusus di sepanjang ruas jalan kawasan ziarah. Pemerintah kota juga menerapkan tarif parkir insidentil sebesar dua kali lipat dari tarif normal untuk mengendalikan volume kendaraan.

Pilih Rute Alternatif dan Perhatikan Aturan Parkir

Pengguna jalan sebaiknya memperhatikan peta lalu lintas Semarang terbaru sebelum bepergian. Dishub menutup akses mobil di beberapa titik masuk, seperti Jalan Pandanaran dan Jalan Kyai Saleh. Oleh karena itu, masyarakat harus mencari rute alternatif Lebaran Semarang jika ingin menuju ke pusat kota.

Sementara itu, peziarah yang mengendarai sepeda motor masih boleh melintas. Petugas telah menyediakan kantong parkir khusus di sepanjang ruas jalan kawasan ziarah. Pemerintah kota juga menerapkan tarif parkir insidentil sebesar dua kali lipat dari tarif normal untuk mengendalikan volume kendaraan.

Imbauan Muhammadiyah Semarang

Menyikapi kebijakan jalan ditutup Semarang ini, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang turut memberikan imbauan. Sekretaris MPI PDM Kota Semarang, Yaskur Hisyam, meminta warga proaktif memantau informasi resmi dan mengutamakan keselamatan.

“Untuk warga Kota Semarang, dapat mencari informasi juga di akun-akun resmi Pemerintah Kota Semarang. Terkait lalu lintas, kami mengimbau agar tertib sesuai dengan peraturan dan informasi rute alternatif Lebaran Semarang yang ada,” ujar Yaskur Hisyam.

Lebih lanjut, ia mengingatkan para peziarah, khususnya pengendara roda dua, untuk tidak mengabaikan aturan lalu lintas meski dalam suasana libur Lebaran.

“Jangan melanggar aturan, seperti nekat melawan arah atau bahkan tidak memakai helm saat berkendara. Mari jaga ketertiban bersama,” tegas Yaskur.

Baca juga:

Daftar 50 Lokasi Shalat Idulfitri Muhammadiyah Semarang 20 Maret 2026

Kontributor: Tim MPi PDM
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: