Seribu Hari Pertama Kehidupan, Penentu Kesuksesan Anak di Masa Depan
SEMARANG TENGAH, muhammadiyahsemarangkota.org- Pertumbuhan anak khususnya pada seribu hari pertama kehidupan bisa menjadi penentu kesuksesan di masa depan.
Pernyataan ini menjadi sorotan utama dalam acara pengajian yang diadakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sekayu, pada Jumat (2/8/2025) pekan lalu. Acara yang berlangsung di masjid At Taqwa Sekayu ini menghadirkan penceramah istimewa, guru besar ilmu gizi Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Prof. Dr. Ir. Nurrahman, M.Si. Ia menyampaikan kajian berjudul: “Pangan, Gizi, dan Stunting”.
Dalam ceramahnya, Nurrahman menekankan bahwa masa seribu hari pertama, yang dimulai sejak janin dalam kandungan (0 hari) hingga anak berusia 2 tahun, merupakan periode emas sekaligus kritis. “Ini adalah masa yang menentukan pertumbuhan otak, fisik, dan perkembangan anak secara keseluruhan,” ujarnya.
“Orang tua harus memastikan anak mendapatkan nutrisi yang optimal, mulai dari ASI (Air Susu Ibu) eksklusif selama 6 bulan, dilanjutkan dengan ASI dan MP-ASI (Makanan Pendamping ASI) yang bergizi,” seru Nurrahman.
Isu Stunting
Salah satu isu penting yang dibahas adalah stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis. Menurut Nurrahman, kekurangan gizi ini sudah terjadi sejak bayi dalam kandungan, namun tanda-tanda stunting baru terlihat jelas setelah anak berusia 2 tahun.
“Stunting ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya. Kondisi ini dapat berdampak pada terganggunya pertumbuhan otak dan perkembangan anak, yang pada akhirnya memengaruhi potensi mereka di masa depan,” jelasnya.
Nurrahman juga mengutip ayat Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 168 yang mengingatkan umat Islam untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik. “Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan!,” ia mengutip.
Hal ini menggarisbawahi pentingnya orang tua tidak hanya memperhatikan aspek gizi, tetapi juga komposisi, mutu, keamanan, dan kehalalan bahan pangan yang dikonsumsi anak.
Orang Tua, Jaga Ucapan dan Perbuatan!
Selain asupan gizi, Nurrahman juga menyoroti peran orang tua dalam menjaga ucapan dan perbuatan, serta memastikan lingkungan yang baik bagi anak. “Perkembangan anak tidak hanya dipengaruhi oleh makanan, tetapi juga oleh pola asuh dan lingkungan yang kondusif,” tambahnya.
Acara pengajian ini dihadiri jamaah Muhammadiyah, ibu-ibu, dan masyarakat umum sekitar Sekayu yang tampak antusias mengikuti setiap pemaparan. Hadirin terlihat serius menyimak dan sesekali mengajukan pertanyaan terkait penanganan stunting dan cara memenuhi kebutuhan gizi anak.
Pengajian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan tumbuh kembang anak, sehingga dapat mencegah stunting dan menciptakan generasi penerus yang lebih sehat dan cerdas.
Sri Setyo Dono, selaku pembawa acara menyampaikan, pengajian di PRM Sekayu rutin diadakan setiap pekan. Materi yang disampaikan tak hanya membahas tema-tema keagamaan saja, tetapi juga topik-topik umum lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para jamaah.