Sombong itu ‘Kanker’ Hati Paling Berbahaya!
SEMARANG SELATAN,muhammadiyahkotasemarang.org– Sombong itu ‘Kanker’ Hati Paling Berbahaya, Dalam tausiahnya, Ustadz Amiril Edi Pranomo, SH.I, M.H., secara gamblang membedah bahaya terbesar yang mengancam Kesehatan Batin umat, mengidentifikasi sombong (al-ujub) sebagai ‘kanker’ spiritual yang dapat merusak iman. Kajian ini menekankan peran vital Al-Qur’an sebagai penawar mujarab untuk membersihkan hati dari sifat tercela ini.
Kajian yang berlangsung usai Magrib pada Rabu (18/09/25) di masjid di Masjid Al Qadar kota Semarang, ini memfokuskan diskusi pada upaya menjaga kesehatan batin dari ‘kanker’ spiritual yang dapat melunturkan amal ibadah.
Dua Nikmat yang Sering Terlupakan
Ustadz Amiril mengawali tausiahnya dengan mengingatkan sebuah realita yang disorot oleh Rasulullah SAW—bahwa banyak orang lalai terhadap dua karunia besar. Beliau mengutip hadis yang berbunyi:
“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.”
Seringkali, kesadaran tentang kesehatan dan waktu luang baru muncul ketika keduanya hilang. Hal ini menjadi pengantar untuk membahas pentingnya menjaga kesehatan batin dan spiritual, sebab penyakit hati dapat menggerogoti keimanan tanpa disadari.
Sombong: Akar Dosa dari Kisah Iblis
Dalam kajian ini, Ustadz Amiril menjelaskan bahwa penyakit batin ada beragam, mulai dari pamer (riya’) hingga dengki (al-hasd). Namun, di antara semua itu, sombong adalah yang paling patut diwaspadai karena merupakan dosa pertama yang dilakukan oleh makhluk ciptaan Allah.
“Sifat sombong itu adalah sifat Iblis. Dia diusir dari surga dan dikutuk Allah SWT karena merasa lebih baik. Iblis berkata, ‘Aku lebih baik darinya (Adam), karena Engkau menciptakan aku dari api, sedangkan Engkau menciptakannya dari tanah.’”
Ini adalah gambaran nyata betapa merusaknya rasa superioritas diri. Ustadz Amiril mempertegas konsekuensi fatal dari penyakit hati ini, mengutip hadis Nabi:
“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.”
Beliau menambahkan bahwa hakikat dari kesombongan itu sendiri adalah dua hal yang sederhana namun destruktif: menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. Bahkan, orang yang membantah ayat-ayat Allah dan enggan berdoa pun dianggap sebagai orang yang menyombongkan diri terhadap-Nya, dan mereka diancam akan masuk neraka dalam keadaan hina.
Kiat Menangkal Penyakit Batin: Al-Qur’an dan Kerendahan Hati
Lalu, bagaimana cara menyembuhkan penyakit hati yang berbahaya ini? Ustadz Amiril menggarisbawahi bahwa obat utama bagi hati yang sakit adalah Al-Qur’an.
“Al-Qur’an itu bukan hanya sekadar bacaan, tetapi ia adalah penyembuh bagi segala penyakit yang ada di dalam dada, sekaligus petunjuk dan rahmat.”
Sebagai penutup, Ustadz Amiril Edi Pranomo mengingatkan hadirin bahwa manusia hidup di dunia ini hanya sebentar dan tidak ada yang patut dibanggakan. Setiap pendengaran, penglihatan, dan hati nurani akan dimintai pertanggungjawaban.