Hapus Bintik Permusuhan! Jurus Sakti Cetak Kader Pimpinan Masa Depan yang Anti-Drama
Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Aula Lantai 8 GKB 2 Unimus mendadak bergetar oleh semangat ratusan pimpinan dan kader Muhammadiyah pada Selasa (14/4/2026). Pasalnya, pembukaan Darul Arqam Paripurna (DAP) IMM tingkat nasional ini menjadi ajang “reset” mental bagi 46 peserta terpilih dari seluruh penjuru negeri. Alhasil, perhelatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan kawah candradimuka untuk melahirkan kader pimpinan masa depan yang sesungguhnya.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, mulai dari pimpinan wilayah dan daerah Muhammadiyah-Aisyiyah hingga perwakilan DPD IMM se-Indonesia. Menariknya, Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra, langsung memberikan pesan menohok tentang pentingnya menjaga “warisan” infrastruktur megah Muhammadiyah. Dampaknya, para peserta diajak berpikir kompleks untuk menjaga spirit gerakan agar gedung-gedung megah ini tetap memiliki jiwa di masa depan.
Hapus Drama, Perkuat Nyali Perempuan
Selanjutnya, Riyan Betra menyoroti fenomena politik organisasi yang sering memicu keretakan antar-kader. Buktinya, ia meminta gelar “Paripurna” sejalan dengan mentalitas sehat dan sikap pantang menyerah. Sejatinya, kader pimpinan masa depan harus mampu menghapus bintik permusuhan dan mengutamakan rasa persaudaraan di atas ego pribadi.
Di sisi lain, kehadiran Nia Nur Pratiwi sebagai Ketua DPD IMM Jawa Tengah mempertegas simbol kesetaraan gender dalam organisasi.
“Ini menandakan perempuan punya kesempatan memimpin. Jangan sampai ke depan tidak ada lagi Immawati yang menjadi Ketua Umum,” tegas Riyan Betra yang memancing tepuk tangan riuh.
Ternyata, proses seleksi DAP kali ini berlangsung sangat ketat melalui filter ideologi yang tajam. Alhasil, 46 kader terpilih ini harus mampu menjadi pimpinan terbaik yang memahami realitas kompleks Indonesia. Hal ini mendukung ambisi organisasi untuk mencetak intelektual yang jago berpikir sekaligus tangkas bergerak.
Gagasan Segar dari Jawa Tengah
Kemudian, Nia Nur Pratiwi mengingatkan agar IMM tidak terlena dengan kejayaan masa lalu. Buktinya, selama enam hari ke depan, para instruktur akan menggembleng peserta untuk merumuskan gagasan segar bagi bangsa. Dampaknya, kader pimpinan masa depan ini akan menjadi wajah Muhammadiyah yang mencerahkan dan solutif bagi masyarakat.
Nia juga mencairkan suasana aula yang formal melalui pantun khas Jawa Tengah untuk menyambut para peserta.
“Mudah-mudahan enam hari ke depan membawa pemikiran segar untuk mencetak kader luar biasa sesuai tema mencerahkan Indonesia,” tutur Nia optimis.
DAP IMM 2026 di Semarang resmi menjadi titik awal transformasi mentalitas kader menuju level nasional. Sejatinya, hanya mereka yang berani melangkah maju tanpa kata mundur yang mampu menjaga masa depan Muhammadiyah.