Darul Arqom Paripurna: Jurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cetak Pemimpin Nasional
Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Dinding bersejarah Wisma Perdamaian menjadi saksi bisu kehangatan para tokoh bangsa saat menyapa puluhan aktivis muda pada Rabu (15/4/2026) malam. Jamuan makan malam ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan bagian penting dari perjalanan panjang Darul Arqam Paripurna atau DAP IMM tingkat nasional.
Suasana cair menyelimuti ruangan ketika para calon pimpinan ini berdialog santai dengan jajaran pejabat negara. Momen istimewa ini semakin berkesan dengan hadirnya Wakil Menteri Dikdasmen, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A, sebagai representasi sosok pemimpin nasional di tengah peserta.
Tak hanya jajaran kementerian, tokoh pimpinan wilayah hingga aktivis lintas organisasi pun turut melebur dalam kebersamaan tersebut. Kehadiran berbagai elemen ini seolah menjadi pengakuan luas terhadap standar kualitas kader yang sedang digembleng di DAP IMM.
Bergerak Keluar, Menyentuh Akar Rumput
Di sela acara, Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza, menyampaikan orasi reflektif yang membakar semangat para peserta. Ia menekankan bahwa seorang kader paripurna sudah saatnya bersiap diri menjadi Pemimpin Nasional yang berani terjun langsung ke tengah masyarakat.
Fokus gerakan kini harus beralih dari sekadar urusan internal menuju aksi nyata yang membawa manfaat langsung bagi warga. Riyan berharap para lulusan perkaderan tertinggi ini tumbuh menjadi sosok yang progresif sekaligus memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
“Kader harus mampu membimbing masyarakat meraih kesejahteraan, bukan hanya hadir sebagai penonton di tengah mereka,” ungkap Ketua Umum DPP IMM tersebut.
Gayung bersambut, Sekretaris PDM Kota Semarang, H. Suparno S.Ag. M.S.I, turut menitipkan harapan serupa bagi para alumni. Baginya, kematangan intelektual selama proses DAP IMM harus menjadi modal kuat untuk berkiprah lincah sebagai pemimpin nasional di masa depan.
Menjaga Api Estafet Kepemimpinan
Pesan menyentuh juga datang dari Dr. Eny Winaryati, M.Pd, selaku Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah yang memandang acara ini sebagai kebanggaan. Sebagai Wakil Rektor 3 Unimus, ia melihat sinergi antara amal usaha dan organisasi sebagai kunci utama keberhasilan dakwah.
Perjalanan enam hari di DAP IMM menurutnya merupakan investasi besar untuk mencetak pemimpin nasional yang punya “nyali” dan integritas tinggi. PWA Jawa Tengah sangat mendambakan lahirnya sosok yang tidak hanya cerdas akademis, tapi juga tangguh menghadapi tantangan zaman.
“Anak-anakku, bersiaplah menerima tongkat estafet sebagai Pemimpin Nasional dengan daya juang yang kuat,” tutur Dr. Eny Winaryati dengan penuh ketulusan.
Malam itu pun tutup dengan optimisme tinggi bahwa mencerahkan Indonesia bukan lagi sekadar impian di atas kertas. Melalui tempaan mental yang panjang di DAP IMM 2026, para lulusan kini bersiap mewarnai panggung nasional dengan wajah yang segar.
Indonesia sedang menanti bakti nyata dari para “Singa” yang baru saja menyelesaikan proses penyempurnaan pengabdiannya. Tantangan zaman yang kompleks kini menunggu sentuhan tangan dingin dari para calon pemimpin nasional terbaik ini.