Stres dan Burnout ? Ahli Tafsir Tawarkan Solusi Spiritual Ulul Albab Melalui Teknik Merenung
PEDURUNGAN, muhammadiyahsemarangkota.org– Tekanan hidup modern yang serba cepat seringkali membuat pikiran manusia buntu, stres dan burnout, merasa bahwa segala upaya yang dilakukan terasa sia-sia. Untuk mengatasi kekosongan makna ini, Ustadz Dr. H. Zuhad Masduki, MA, menawarkan solusi spiritual mendalam melalui teknik perenungan (tafakur) yang dicontohkan oleh Ulul Albab.
Kajian ini disampaikan dalam acara Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pedurungan, Semarang, yang berlangsung di Masjid Nurul Qomariyah pada 23 November 2025. Tema utama yang dibahas adalah “Ahlul Hikmah dan Kedudukannya,” yang berpusat pada pencarian kebijaksanaan (hikmah).
Menurut Dr. Zuhad Masduki, yang merupakan seorang ahli tafsir, Ulul Albab memiliki ciri khas yang sangat relevan untuk mengatasi burnout saat ini. Mereka adalah kelompok orang yang akalnya sehat dan mampu mengambil pelajaran dari segala sesuatu.
Ciri utama Ulul Albab adalah kebiasaan mereka merenungkan keagungan Allah di mana pun mereka berada. Mereka melakukannya dalam segala kondisi: saat berdiri, duduk, bahkan saat berbaring.
“Mereka selalu merenungkan penciptaan langit dan bumi, dan keunikan yang terkandung di dalamnya,” jelas penceramah, yang terlihat mengenakan batik coklat saat memberikan ceramah.
Perenungan ini dilakukan bukan sekadar melihat, tetapi untuk memahami tanda-tanda kekuasaan Tuhan (āyāt) yang tersembunyi di balik fenomena alam.
Contohnya adalah pergantian siang dan malam, serta kecondongan bumi yang mengatur panjang pendeknya waktu, yang semuanya menghasilkan iklim yang seimbang untuk kehidupan.
Ustadz Dr. H. Zuhad Masduki menekankan, “Pikirkanlah, Tuhan telah menciptakan pertautan siang dan malam dalam waktu yang relatif pendek, tujuannya adalah agar cuaca menjadi seimbang dan melahirkan iklim yang cocok bagi adanya kehidupan di bumi”.
Puncak dari perenungan (tafakur) ini adalah sebuah kesimpulan spiritual yang memberikan kedamaian hati.
“Setelah merenung, mereka akan berkata, ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia’. Kesadaran inilah yang menghilangkan rasa putus asa dan sia-sia dalam hidup,” tegasnya. memgutif terjemahan Quran Surat Al Imron Ayat 191.
Kajian yang diselenggarakan oleh MTDK dan LAZISMU PCM Pedurungan ini menegaskan bahwa hikmah adalah kebaikan dan kebijakan yang sangat banyak, dan ia mengatur semua urusan dunia maupun akhirat.
Dengan meniru kebiasaan Ulul Albab untuk selalu merenung dan mencari makna di balik setiap ciptaan, masyarakat dapat menemukan kembali keseimbangan akal dan spiritual, sehingga terhindar dari rasa sia-sia dan burnout.