Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Pantik Magnet Dakwah! Lintas Generasi “Bernostalgia” dalam Silaturahmi Pemuda Muhammadiyah Semarang

24 April 2026, 14:45 WIB 3 menit baca
Foto suasana pertemuan formal namun santai yang dilakukan dengan duduk bersila (lesehan) membentuk lingkaran besar di sebuah ruangan. Di bagian tengah latar belakang, seorang pria berbaju putih dan peci hitam sedang berbicara memegang mikrofon, diapit oleh para tokoh senior lainnya. Peserta yang hadir didominasi oleh pria yang mengenakan pakaian beragam, mulai dari kemeja batik, baju koko, jas organisasi, hingga seragam relawan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center). Ruangan memiliki pencahayaan temaram dengan dinding berwarna krem, menciptakan suasana diskusi yang hangat dan akrab pada malam hari. Di depan para peserta terdapat botol air mineral dan mangkuk makanan kecil.
MEMANTIK MAGNET DAKWAH: Suasana hangat Temu Alumni dan Halalbihalal Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Semarang yang digelar di Sasana Sutan Rambing, Kamis malam (23/4/2026). Pertemuan ini menjadi momentum terpilihnya Dr. H. AM. Jumai, SE., MM sebagai nahkoda Ikatan Alumni Pemuda Muhammadiyah untuk memperkuat sinergi lintas generasi serta memastikan keberlanjutan dakwah amar ma'ruf nahi munkar di Kota Semarang.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Sasana Tinju Sutan Rambing mendadak hangat oleh gelak tawa dan pelukan erat para tokoh lintas generasi pada Kamis malam (23/4/2026). Di tempat bersejarah ini, para alumni dan pengurus aktif berkumpul untuk merajut kembali tali persaudaraan yang sempat terjedah waktu. Pertemuan bertajuk Temu Alumni dan Halalbihalal PDPM ini menjadi oase kerinduan setelah tujuh tahun lamanya tak terselenggara.

Suasana malam itu terasa kian sakral saat para hadirin mengenang kembali jasa para pendahulu yang telah berpulang. Meski banyak sosok perintis yang sudah tiada, semangat perjuangan mereka seolah tetap hidup di antara kursi-kursi sasana. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan upaya sadar untuk menyambungkan rantai sejarah gerakan pemuda di Kota Semarang.

Ketua Pemuda Muhammadiyah periode saat ini, Suharno, menyambut kehadiran sekitar 80 peserta yang memenuhi ruangan dengan antusiasme tinggi. Selain pengurus daerah, perwakilan dari tingkat cabang pun turut hadir untuk mendengarkan langsung cerita sejarah dari masa ke masa. Kehadiran tokoh senior seperti Pak Jusmi Amit memberikan warna tersendiri bagi para kader muda yang hadir malam itu.

Menyalakan Kembali Daya Magnetik Gerakan

Dr. H. AM. Jumai, SE., MM, yang hadir sebagai alumni sekaligus Wakil Ketua PDM Kota Semarang, menekankan pentingnya memantik kembali daya tarik organisasi. Ia menilai alumni Pemuda Muhammadiyah membutuhkan “magnet” khusus agar semangat dakwah amar ma’ruf nahi munkar tetap menyatu. Melalui wadah ini, para senior ingin memastikan bahwa visi misi persyarikatan tetap mengalir deras ke generasi penerus.

Dalam kesempatan tersebut, forum secara bulat memilih Dr. H. AM. Jumai, SE., MM untuk menahkodai Ikatan Alumni Pemuda Muhammadiyah. Amanah baru ini bertujuan untuk mengoordinasi potensi besar para senior agar bisa mendukung penuh pergerakan kader muda di masa depan. Sinergi ini menjadi strategi jitu untuk mengawal posisi kader Muhammadiyah di berbagai lini kepemimpinan bangsa.

“Daya magnetik ini perlu kita pantik dan kita gelorakan supaya gerakan alumni benar-benar merekat untuk kepentingan dakwah,” ungkap Dr. H. AM. Jumai, SE., MM di sela acara.

Pesan Keberanian untuk Kader Masa Depan

Perjalanan dakwah di Pemuda Muhammadiyah menuntut ketangguhan mental dan kesabaran ekstra bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya. Dr. H. AM. Jumai, SE., MM berpesan agar anak muda Muhammadiyah di Kota Semarang selalu istiqomah dalam menghadapi tantangan zaman. Ia mengingatkan bahwa keberanian merupakan kunci utama untuk menembus batasan dalam setiap proses pengaderan.

Suharno menambahkan bahwa hasil diskusi malam itu akan menjadi bahan bakar baru bagi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah. Adanya wadah komunikasi bagi alumni memudahkan pengurus aktif untuk mendapatkan dukungan moral maupun strategis secara berkelanjutan. Diskusi hangat ini membuktikan bahwa jarak usia bukanlah penghalang untuk tetap satu frekuensi dalam membangun umat.

“Dakwah itu harus istiqomah, harus sabar, dan harus berani karena tantangannya luar biasa,” tutur Dr. H. AM. Jumai, SE., MM memberikan suntikan semangat bagi kader muda.

Kontributor: Rizqi Aulia
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: