Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Selamat Jalan Ibu Siti Khanafiyah, Pendidik Bersahaja yang Setia Mengayomi ‘Aisyiyah Hingga Akhir Hayat

30 Juli 2026, 20:34 WIB • 2 menit baca
Para pelayat dan kader perempuan 'Aisyiyah yang mengenakan jilbab duduk berderet di depan rumah duka Ibu Siti Khanafiyah, seorang tokoh aisyiyah semarang, diiringi karangan bunga duka cita pada malam hari.
Suasana takziah malam hari di rumah duka almarhumah Ibu Dra. Hj. Siti Khanafiyah, M.Si., tokoh aisyiyah semarang dan purnatugas Dosen UNNES yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan serta persyarikatan hingga akhir hayat.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Duka mendalam saat ini menyelimuti barisan pimpinan serta kader perempuan Muhammadiyah di Kota Semarang. Seorang akademisi bersahaja yang mendedikasikan hidupnya untuk dunia pendidikan baru saja menghembuskan napas terakhirnya.

Kabar berpulangnya sosok inspiratif tersebut menyebar cepat pada Rabu (29/7/2026). Purnatugas Dosen Fisika FMIPA UNNES bernama Ibu Dra. Hj. Siti Khanafiyah, M.Si. ini meninggal dunia di RS Roemani Semarang pada usia 74 tahun.

Kepergian almarhumah tentu meninggalkan rasa kehilangan mendalam bagi jajaran Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gajahmungkur. Isak tangis pelayat lantas mewarnai rumah duka di Jalan Kendeng 4 Nomor 28, RT 03 RW 03, Semarang. Selanjutnya, warga mengantarkan jenazah menuju Pemakaman Bendan Ngisor pada Kamis (30/7/2026) pukul 10.00 WIB.

Dari Laboratorium Fisika Hingga Mengayomi PAUD ‘Aisyiyah

Semasa hidupnya, almarhumah mengukir jejak panjang yang teramat indah di dunia akademis maupun gerakan dakwah sosial. Usai mengakhiri tugas pengabdian sebagai dosen ilmu fisika di UNNES, almarhumah tidak memilih untuk berpangku tangan.

Sebaliknya, purnatugas akademisi ini justru memancarkan energi perjuangan baru melalui gerakan perempuan Muhammadiyah. Pada Periode Muktamar ke-47, langkah perjuangannya bermula sebagai Anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Gajahmungkur.

Kemudian, amanah besar berlabuh saat Musycap Muktamar ke-48 memilihnya menjadi Ketua PCA Gajahmungkur. Tokoh perempuan ini tulus mengayomi tiga ranting, yakni PRA Petompon, PRA Sampangan, dan PRA Bendan Ngisor. Selain itu, almarhumah juga tekun membina amal usaha PAUD seperti TK ABA 61, TK ABA 27, KB Aisyiyah 01, serta KB Aisyiyah 27.

Almarhumah Adalah Sosok Pekerja Keras yang Santun

Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Semarang, Aminah Kurniasih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini. Aminah mengenang sosok almarhumah sebagai pemimpin yang gigih, santun, dan sangat mencintai organisasi.

Meski kondisi fisik almarhumah sempat menurun akibat sakit di tengah masa kepemimpinannya, semangat almarhumah untuk memajukan ‘Aisyiyah tidak pernah padam. Almarhumah terus memikirkan keberlangsungkan PAUD dan kesejahteraan ranting hingga akhir hayatnya.

“Ibu Siti Khanafiyah adalah sosok teladan yang sangat istiqomah. Almarhumah mendedikasikan sisa usianya untuk membesarkan ‘Aisyiyah dengan penuh keikhlasan,” ungkap Aminah Kurniasih saat memberikan kesaksian.

Kini, tugas suci pendidik bersahaja itu telah purna. Jejak kebaikan dan semangat juang Tokoh ‘Aisyiyah Semarang tersebut akan terus hidup di dalam dada para kader. Selamat jalan, Bu Khanafiyah.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: