Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Sekolah Masa Depan, Strategi UNIMUS Sulap Lembaga Pendidikan Jadi Pilihan Utama Orang Tua

12 Mei 2026, 17:47 WIB 2 menit baca
Foto dokumentasi suasana workshop di sebuah aula pertemuan. Di bagian depan, terdapat jajaran narasumber dan pimpinan yang duduk di panggung di balik meja panjang berhias kain merah. Di tengah panggung, seorang pria mengenakan batik bermotif cokelat (Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd.) sedang berbicara di depan mikrofon. Di latar belakang, terdapat spanduk besar bertuliskan "WORKSHOP PENDAMPINGAN SEKOLAH MUHAMMADIYAH SE-JAWA TENGAH" dengan logo UNIMUS dan Muhammadiyah. Ruangan dipenuhi oleh peserta pria dan wanita yang mengenakan batik, duduk dengan rapi menyimak pemaparan.
Rektor UNIMUS, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., saat memaparkan materi strategi pengelolaan sarana dan prasarana dalam Workshop Pendampingan Sekolah Muhammadiyah di Semarang (11/5/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong sekolah-sekolah yang belum mandiri agar mampu bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang sehat dan kompetitif.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Membangun kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan sekolah menjadi tantangan besar bagi lembaga pendidikan swasta saat ini. Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) mengambil langkah nyata dengan menggelar Workshop Pendampingan Sekolah Muhammadiyah se-Jawa Tengah, Senin (11/5/2026). Kampus ini menjadi pusat konsolidasi besar bagi para kepala sekolah untuk merumuskan strategi kemandirian pendidikan yang berkemajuan.

Agenda strategis ini mengumpulkan seluruh elemen pengelola pendidikan, mulai dari jenjang SD hingga SMA Muhammadiyah. Muhammadiyah ingin memastikan setiap sekolah memiliki daya saing yang kuat di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang pesat. Fokus utamanya adalah memperkuat tata kelola kelembagaan agar sekolah yang belum mandiri segera tumbuh menjadi lembaga yang sehat.

“Sekolah-sekolah yang belum mandiri harus terus didorong, didampingi, dan diikhtiarkan bersama agar mampu tumbuh menjadi sekolah yang mandiri,” ujar Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jateng, Mifbahuddin, S.KM., M.Kes.

Sentuhan Manajemen: Kunci Menangkan Hati Masyarakat

Sekitar 30 persen sekolah Muhammadiyah di Jawa Tengah saat ini masih berjuang keras untuk mencapai standar kemandirian. Salah satu indikator utamanya adalah jumlah peserta didik yang masih berada di bawah angka 100 siswa per sekolah. Sinergi antara pimpinan organisasi, perguruan tinggi, dan kepala sekolah menjadi kunci utama untuk memecahkan persoalan serius ini.

Rektor UNIMUS, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., menekankan bahwa kenyamanan lingkungan pendidikan sangat menentukan tingkat kepercayaan publik. Masyarakat kini sangat jeli dalam menilai kebersihan, kerapian, serta profesionalisme tata kelola sarana prasarana sekolah. Sekolah harus mampu menghadirkan suasana belajar yang aman dan tertata rapi agar orang tua tidak ragu menitipkan anak mereka.

“Bagaimana kita bisa meyakinkan masyarakat bahwa sekolah Muhammadiyah menjadi alternatif pendidikan baik, salah satunya dimulai dari kerapian dan pengelolaan sarana yang baik,” tegas Prof. Masrukhi.

Gerakan Berkelanjutan: Mewujudkan Ekosistem Pendidikan Unggul

Pendampingan ini tidak berhenti pada forum diskusi semata, melainkan akan berlanjut menjadi sebuah gerakan kolektif di lapangan. Para peserta saling berbagi strategi inovasi pembelajaran hingga teknik penguatan branding sekolah agar lebih dikenal luas. Diskusi berlangsung dinamis karena setiap daerah membawa tantangan unik yang memerlukan solusi kreatif serta efektif.

UNIMUS hadir sebagai mitra strategis yang siap memberikan penguatan manajemen dan pengembangan sumber daya manusia secara intensif. Kemandirian sekolah bukan hanya soal finansial, melainkan buah dari kepemimpinan yang kuat dan inovasi yang tidak pernah berhenti. Komitmen ini bertujuan untuk menghadirkan layanan pendidikan unggul yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan zaman.

“Sekolah Muhammadiyah harus mampu menghadirkan kualitas, kenyamanan, dan pelayanan unggul, karena saat masyarakat percaya, sekolah akan tumbuh dengan sendirinya,” tambah Prof. Masrukhi dengan optimis.

Kontributor: Rizqi Aulia
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: