Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Ziarah Kubur Bukan Menakutkan!!

25 November 2025, 19:49 WIB 2 menit baca
Ziarah Kubur Bukan Menakutkan!!

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org — Tidak ada yang lebih jujur mengingatkan manusia tentang hidup selain kematian. Itulah pintu masuk yang disampaikan Dr. H. Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag., Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, dalam Kajian Ahad Pagi di Masjid At-Taqwa Komplek RS Roemani, Ahad (23/11/2025). Kajian itu mengajak jamaah melihat ulang makna ziarah kubur bukan sebagai ritual menakutkan, tetapi sebagai sarana menyadarkan diri dan melembutkan hati.

Di hadapan jamaah, Dr. Hasan langsung menekankan bahwa ziarah kubur adalah “pengingat paling jernih” tentang arah hidup. Bukan sekadar berjalan ke makam, tetapi momentum untuk kembali pada kesadaran bahwa dunia ini sementara dan akhirat adalah tujuan panjang.

Ziarah yang Menghidupkan Kesadaran

Dr. Hasan menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW sangat sering mengajarkan adab dan pesan-pesan spiritual saat berziarah kubur. Hadis-hadis yang ia paparkan menjadi penguat bahwa ziarah bukan ritual kosong, tetapi ruang belajar tentang diri sendiri.

Ia mengutip kisah Nabi yang menasihati seorang perempuan yang sedang menangis di kubur:

“Sesungguhnya sabar itu pada benturan pertama,” tegas Dr. Hasan mengutip sabda Nabi yang mengingatkan bahwa kesabaran sejati diuji pada saat pertama kali musibah datang.

Ziarah kubur, lanjutnya, membuat seorang muslim lebih rendah hati dan lebih sadar bahwa segala yang dikejar di dunia akan berakhir. Karena itu, ziarah dianjurkan sebagai penyejuk jiwa, bukan sebagai tempat meminta-minta, apalagi dijadikan ritual mistis.

Dr. Hasan aktif mengurai berbagai hadis tentang salam kepada ahli kubur, larangan menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, hingga nasihat Nabi agar umat Islam menjauhi praktik yang menyerupai ritual agama lain.

Menguatkan Tauhid, Menggugah Hati

Dengan bahasa yang mudah dipahami, Dr. Hasan menjelaskan bahwa inti dari ziarah kubur adalah doa, muhasabah, dan menghidupkan rasa takut kepada Allah dengan cara yang benar.

“Ziarah itu mengingatkan akhirat dan membuat kita tidak berlebihan mencintai dunia,” jelas Dr. Hasan dalam kajiannya.

Ia juga menyinggung pentingnya menjaga tata krama saat ziarah: tidak melangkahi kubur, tidak mengeraskan suara, dan tidak membawa kebiasaan-kebiasaan yang tidak diajarkan Rasulullah SAW.

Kajian ini semakin mendalam ketika Dr. Hasan membahas bagaimana Nabi sendiri berziarah ke Baqi’, mendoakan para sahabat, dan memberikan contoh kalimat salam yang dianjurkan untuk dibaca.

Kematian bukan untuk ditakuti, tetapi untuk direnungi. Ziarah kubur adalah cara umat Islam menjaga hati tetap lembut, pikiran tetap sadar, dan langkah tetap lurus.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: