
MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, SEMARANG – Konsolidasi peran dan fungsi Kokam (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) di bawah koordinasi Pemuda Muhammadiyah, merupakan usaha mewujudkan program kerja persyarikatan Muhammadiyah yang menggariskan untuk meneguhkan dan memantapkan ideologi gerakan bagi semua elemen keluarga anggota dan pimpinan persyarikatan maupun pengelola amal usaha Muhammadiyah.
Hal ini diungkapkan Ketua PDM Kota Semarang, Drs. H. Fahrur Rozi M.Ag. ketika memberikan pembekalan materi pemantapan Ideologi Islam dan Kemuhammadiyahan saat kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar Kokam Surya Singosari Kota Semarang pada hari Sabtu (08/07) dihalaman SMA Muhammadiyah 2 Semarang, Jl. RM Hadi Soebeno Sosrowardoyo, kelurahan Jatisari, kecamatan Mijen.
Di hadapan puluhan anggota dan calon taruna Kokam, Drs. H. Fahrur Rozi M.Ag. menyatakan bahwa PDM Kota Semarang telah menggariskan satu diantara program prioritas periode ini adalah mewariskan nilai-nilai dan cara atau kaifiyah ber Muhammadiyah yang baik dan benar kepada seluruh angkatan muda Muhammadiyah. Untuk itu di dalam pemahaman ideologi Muhammadiyah ditanamkan kesadaran bahwa bermuhammadiyah itu adalah Islam yang sebenar-benarnya dan berorganisasi yang modern, solid dan dinamis.
Selain itu dalam ber Islam yang benar, Muhammadiyah merupakan gerakan Islam yang bersumber dari Al Quran dan as Sunnah, gerakan dakwah amar makruf nahi munkar serta gerakan gerakan pembaharuan untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Tak hanya itu, Muhammadiyah juga menjadikan persyarikatan sebagai alat perjuangan yang efektif untuk mencapai tujuan dan maksud Muhammadiyah. Sehingga segala hal yang berkaitan dengan kegiatan operasional persyarikatan Muhammadiyah harus sesuai dan berlandaskan ajaran Islam yang sebenarnya.
Setidaknya ada 5 jalan mewujudkan hal tersebut tekait arah dan panduan bagi kader Kokam, diantaranya :
1. Kokam harus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
2. Kader kokam harus mampu meningkatkan kedisiplinan internal dengan mengindahkan berbagai ketentuan dan perundangan atau kaidah yang berlaku di dalam persyarikatan dengan istiqomah membina dan menempa diri untuk bersikap sabar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
3. Kader kokam harus memiliki kompetensi kesiapsiagaan dan kewaspadaan yang tinggi dalam mensikapi dan merespon perkembangan dan dinamika perubahan masyarakat serta tidak mudah terpancing emosional dan terprovokasi oleh situasi dan kondisi yang sedang terjadi sehingga memiliki sikap yang arif dan bijak mampu menjadi pemecah masalah bagi problem yang dihadapi masyarakat.
4. Kader kokam harus memiliki jiwa korsa persahabatan dan memupuk rasa persaudaraan persatuan baik secara internal maupun secara eksternal dalam merekat kebersamaan dan menguatkan soliditas internal maka penguatan ideologi gerakan harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
5. Kader kokam harus senantiasa meningkatkan kualitas amal shalih dan aksi pelayanan keumatan kemasyarakatan kebangsaan dan kemanusiaan universal sehingga kehadirannya dapat dirasakan dan dirindukan.
Sebagai penutup, Drs. H. Fahrur Rozi M.Ag. mengatakan dibutuhkan pemahaman yang baik, tepat, dan benar mengenai Islam dan keislaman apalagi bagi para angkatan muda Muhammadiyah yang tergabung dalam Pemuda Muhammadiyah khususnya Kokam yang merupakan generasi langsung pelanjut dan penyempurna persyarikatan Muhammadiyah ke depan.
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara