Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Menjemput Ridha Ilahi: Rahasia Meraih Perjumpaan dengan Allah yang Penuh Kemuliaan

23 Januari 2026, 13:13 WIB 2 menit baca
Ilustrasi spiritual seorang hamba meniti jalan cahaya menuju perjumpaan dengan Allah, menampilkan teks Al-Kahfi 110, tanda kiamat, dan kenikmatan surga.
Ilustrasi perjalanan spiritual hamba menuju perjumpaan dengan Allah melalui amalan saleh dan kesabaran menghadapi ujian akhir zaman.

SEMARANG TIMUR, muhammadiyahsemarangkota.org – Menggapai husnul khatimah dan perjumpaan dengan Allah yang indah merupakan cita-cita tertinggi setiap Muslim. Hal ini menjadi poin utama dalam Materi Khotbah Jumat 2026 di Masjid At Taqwa Nurul Huda Rejosari, Semarang Timur. Ustadz Amiril Edi Pranomo, S.HI, M.H. menyampaikan bahwa setiap manusia harus membersihkan hati dari urusan duniawi untuk menyambut momen sakral tersebut.

Awalnya, beliau menjelaskan bahwa semua manusia akan menghadapi hari ketika gempa dahsyat mengguncang bumi. Pada hari kiamat nanti, hanya Allah yang tetap kekal sementara semua makhluk akan binasa. Oleh karena itu, umat Islam perlu memahami tanda kiamat dan persiapan diri agar tidak merugi saat waktu itu tiba.

Selanjutnya, Ustadz Amiril menguraikan amalan agar bertemu Allah dalam keadaan terbaik. Beliau mengutip firman Allah dalam Surah Al-Kahfi ayat 110. Ayat tersebut memerintahkan orang beriman untuk senantiasa mengerjakan amal saleh dan menjauhi syirik demi mengharap perjumpaan dengan Allah.

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya,” tegas Sekretaris LPHU PDM Kota Semarang itu saat membacakan ayat tersebut.

Kenikmatan Tertinggi di Surga

Selain itu, beliau menceritakan kisah mengharukan menjelang wafatnya Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW mendapatkan tawaran kunci perbendaharaan dunia serta hidup kekal. Namun, beliau justru lebih memilih untuk segera berjumpa dengan Tuhannya.

Ia menegaskan kembali pilihan Rasulullah, “Tidak. Demi Allah… Sungguh aku telah memilih perjumpaan dengan Rabbku Azza wa Jalla dan surga”.

Lebih jauh lagi, khotbah ini menekankan bahwa melihat wajah Allah adalah kenikmatan tertinggi di surga. Kenikmatan ini melebihi segala kebahagiaan fisik yang ada di dalam sana. Wajah orang-orang beriman akan berseri-seri karena mereka mendapatkan anugerah besar tersebut.

Sebagai penutup, Ustadz Amiril mengajak jamaah untuk memelihara rasa rindu kepada Allah setiap saat. Rasa rindu ini akan memotivasi kita untuk terus taat dan menjauhi maksiat. Semoga kita semua termasuk golongan yang bahagia saat menjalani perjumpaan dengan Allah kelak.

Baca juga :

Temukan Cara Islam Mengatasi Masalah Hidup Lewat Konsep Allah

Kupas Makna Ikhlas dalam Beragama, KH Gunarto Muchsin: Hindari Ibadah Formalitas!

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: