Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Persiapan Spiritual 2026: Menggali Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam Sebelum Ramadan

26 Januari 2026, 12:40 WIB 2 menit baca
Ilustrasi pasangan Muslim sedang mengaji dengan elemen cahaya ilmu untuk persiapan Ramadan 2026 sebagai bentuk muhasabah diri.
Menggali keutamaan menuntut ilmu sebagai bentuk muhasabah diri dan persiapan spiritual menyambut Ramadan 2026.

SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Umat Islam perlu memperdalam muhasabah diri melalui jalur ilmu sebagai langkah persiapan spiritual utama menjelang Ramadan 2026. Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Semarang, Ustadz Dr. Aang Kunaepi, M.Ag., mengajak jamaah menjadikan ilmu sebagai cahaya pelindung dari fitnah akhir zaman. Pesan mendalam ini mengemuka dalam pengajian UNIMUS Semarang di Aula Lantai 7 Gedung FK, Jumat (23/01/26).

Dalam ceramahnya, Dr. Aang menjelaskan bahwa momentum muhasabah diri 2026 harus berlandaskan pada pengetahuan yang benar. Ia menekankan pentingnya mengevaluasi niat dan kualitas ibadah sebagai bentuk investasi akhirat. Oleh karena itu, penguatan literasi agama menjadi sangat krusial agar ibadah puasa nanti tidak sekadar menjadi rutinitas fisik tanpa makna.

Ilmu sebagai Fondasi Investasi Akhirat

Pakar motivasi ini memaparkan bahwa ilmu merupakan warisan tunggal para Nabi yang tidak akan pernah habis. Selain itu, Allah berjanji mengangkat derajat hamba-Nya yang berilmu hingga beberapa tingkat lebih tinggi. Menurutnya, investasi akhirat yang paling nyata muncul dari ilmu bermanfaat yang diamalkan dalam keseharian.

Namun, Dr. Aang memberikan peringatan keras terkait adab dan ketulusan hati para pembelajar. Ia menyebutkan bahwa ilmu luas tidak akan berguna jika pemiliknya memiliki sifat sombong. Ia juga mewanti-wanti agar penuntut ilmu tidak hanya mengejar pengakuan duniawi semata.

“Kita memerlukan ilmu untuk membedakan antara yang benar dan yang samar. Tanpa ilmu, ego seringkali menghalangi niat baik kita. Jadi, mulailah cara menata niat menuntut ilmu sejak sekarang agar ibadah kita lebih berkualitas,” tutur Dosen Tetap FITK UIN Walisongo tersebut di hadapan mahasiswa.

Menata Niat untuk Muhasabah Diri yang Hakiki

Lebih lanjut, tokoh Muhammadiyah Kota Semarang ini menegaskan bahwa proses perbaikan diri bermula dari kejujuran nurani. Ia menjelaskan bahwa muhasabah diri yang sukses terjadi saat seseorang berani mengakui kekurangan ilmunya. Selanjutnya, individu tersebut harus berusaha memperbaiki diri secara konsisten.

Ia mengingatkan para penuntut ilmu agar menjauhi motivasi materialistik demi menjaga keberkahan. Ia menegaskan secara langsung, “Seseorang yang menuntut ilmu hanya demi harta atau pujian tidak akan mencium bau surga. Oleh sebab itu, jadikanlah aktivitas belajar ini sebagai sarana muhasabah diri agar kita semakin rendah hati di hadapan Allah.”

Sebagai penutup, ia mendorong jamaah untuk terus istiqomah belajar meskipun acara pengajian telah usai. Dengan bekal ilmu yang mumpuni, setiap individu diharapkan siap menyambut Ramadan dengan hati yang bersih. Harapannya, pemahaman yang lurus ini akan meningkatkan semangat keberagamaan di tahun 2026.

Baca juga :

Cuma Sebulan! Lakukan Amalan Penting Ini Agar Puasa Ramadan Makin Berkah

Menjemput Tenang Lewat Muhasabah: Rahasia Hidup yang Tak Pernah Salah Alamat

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: