Lawan Masalah Sosial dan Perceraian, Rakornas LDK Muhammadiyah Luncurkan “Mopeni Warrior”
BANYUMANIK, muhammadiyahsemarangkota.org – Melalui Rakornas LDK Muhammadiyah, para dai komunitas kini dibekali strategi khusus untuk menangani isu krusial seperti masalah sosial dan perceraian yang kian meningkat di perkotaan. Agenda besar ini resmi berakhir pada Sabtu (31/01/26) di Aula BBPMP Jawa Tengah, Banyumanik, Semarang.
Penutupan acara Rakornas tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan gerakan dakwah di akar rumput. Lebih dari 550 peserta memadati lokasi untuk merumuskan langkah nyata bagi masyarakat yang selama ini terpinggirkan.
Mopeni Warrior: Strategi Responsif LDK PWM Jateng
Ketua LDK PWM Jateng, Dr. H. KRAT. A.M. Jumai, S.E., M.M., memperkenalkan istilah menarik “Mopeni Warrior”. Istilah ini merujuk pada militansi dai dalam merawat dan mendampingi kelompok rentan di tengah masyarakat.
Secara spesifik, Jumai menyoroti tingginya angka perceraian di Kota Semarang yang menduduki peringkat keempat nasional. Ia menegaskan bahwa masalah sosial dan perceraian merupakan persoalan serius yang menuntut kehadiran Muhammadiyah sebagai solusi.
“Pihak Gubernur dan Polda bahkan kaget melihat Muhammadiyah memiliki fokus dakwah khusus seperti ini,” ungkap Jumai. Hal ini membuktikan bahwa gerakan dakwah komunitas Muhammadiyah mampu menyentuh sisi kemanusiaan yang paling dalam.
Inklusivitas dalam Pemberdayaan Masyarakat Marjinal
Selanjutnya, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i, memperkuat visi tersebut melalui materi penguat. Ia menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat marjinal merupakan perintah agama yang telah Rasulullah SAW contohkan.
Kiai Hasan mengajak para dai untuk menerapkan strategi dakwah inklusif yang mengutamakan potensi daripada kekurangan fisik atau sosial. Ia mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad SAW memberdayakan Abdullah bin Ummi Maktum yang seorang tunanetra.
“Tugas kita adalah menjadi pelindung bagi kelompok marginal, mulai dari penderita stroke hingga masyarakat terpinggirkan lainnya,” tutur Kiai Hasan. Ia memuji para dai LDK sebagai orang-orang spesial karena berani masuk ke ruang-ruang sosial yang sering dijauhi orang lain.
Visi Masa Depan Dakwah Komunitas Muhammadiyah
Sejalan dengan semangat tersebut, Ketua LDK PP Muhammadiyah, Dr. Muchamad Arifin, S.Ag., M.Ag., memberikan arahan terakhirnya. Ia menegaskan bahwa masa depan dakwah persyarikatan berada pada keberhasilan program-program LDK di lapangan.
Arifin mengingatkan peserta bahwa tantangan LDK mencakup semua lapisan, mulai dari anak jalanan hingga penghuni kawasan kumuh. Ia menceritakan aksi nyata LDK yang membantu legalitas identitas masyarakat di area pemakaman sebagai bentuk kehadiran organisasi.
“Tagline kita adalah hadir mencerahkan dan menggembirakan bagi siapa saja tanpa terkecuali,” tegas Arifin di akhir sambutannya. Ia pun mendorong para peserta agar segera mengimplementasikan hasil rakor ini di wilayah masing-masing tanpa menunda waktu.
Melalui keberhasilan Rakornas LDK Muhammadiyah ini, persyarikatan kembali menunjukkan komitmennya sebagai gerakan yang progresif. Sinergi antara strategi dakwah inklusif dan pengabdian nyata menjadi modal utama dalam membangun masyarakat yang lebih berdaya.
Baca juga :
Bye Data Manual! SIDAKMU Hadir Jadi Kompas Digital Dakwah Muhammadiyah
Bukan Sekadar Tabligh, Dakwah Inklusif Bangun Peradaban dari Bawah
Strategi Abad Kedua: Dakwah Komunitas Muhammadiyah Sasar Daerah 3T dan Kaum Marginal