Era Baru Digitalisasi, PDM Kota Semarang Masifkan Penggunaan Aplikasi SatuMU
SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Inilah ikhtiar berkemajuan dari PDM Kota Semarang yang mewajibkan penggunaan Aplikasi SatuMU untuk memastikan seluruh kader terdata dalam Database Anggota Muhammadiyah nasional. Langkah strategis ini menandai dimulainya era baru pengelolaan organisasi yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.
Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) pada Minggu (01/02/26), Ketua PDM Kota Semarang, Dr. KH. Fachrur Rozi M.Ag, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan kebutuhan mendesak. Ia menyampaikan bahwa platform tersebut menjadi instrumen utama untuk menyatukan data warga secara digital dari pusat hingga ke daerah.
Validasi Berbasis Ranting di Aplikasi SatuMU
Integrasi data ini mempermudah anggota dalam menempuh cara daftar KTAM online. Meskipun prosesnya kini berbasis teknologi, Fachrur Rozi menjamin bahwa kedaulatan pengurus tingkat Ranting tetap terjaga melalui sistem verifikasi yang ketat.
“Setiap formulir pendaftaran tidak akan bisa berlanjut tanpa persetujuan dari pimpinan Ranting,” tegas sosok yang akrab disapa Kyai Fachrur tersebut. Kebijakan ini memastikan bahwa pemegang KTA Muhammadiyah Digital adalah anggota yang benar-benar dikenal oleh lingkungan pengurus lokalnya.
Selanjutnya, sistem digital ini membuat pengelolaan iuran anggota menjadi lebih rapi dan transparan. Pendanaan yang terkumpul akan kembali mendukung aktivitas dakwah di tingkat Ranting secara proporsional. Hal tersebut membantu kemandirian ekonomi organisasi hingga ke akar rumput secara nyata.
Efisiensi Birokrasi Lewat KTA Muhammadiyah Digital
Senada dengan hal itu, Sekretaris PDM Kota Semarang, Suparno BM, S.Ag., M.Si., melihat Aplikasi SatuMU sebagai solusi efisiensi birokrasi. Ia menekankan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi organisasi sebesar Muhammadiyah.
“Kita membutuhkan akurasi big data untuk memetakan potensi kader secara presisi di seluruh wilayah,” jelas Suparno. Kehadiran identitas elektronik ini memangkas biaya administrasi sekaligus mempercepat proses pelayanan bagi seluruh warga Muhammadiyah.
Di sisi lain, sejalan dengan penguatan organisasi, Lazismu Kota Semarang kini tengah memanaskan mesin menjelang bulan suci. Mereka mengajak seluruh pimpinan cabang untuk bersinergi menyukseskan berbagai agenda kemanusiaan dalam Program Ramadan 2026.
Sinergi Lazismu Semarang dan Misi Kemanusiaan
Manajer Lazismu Kota Semarang, Thomi Setiawan, menyebutkan bahwa tahun ini harus menjadi momentum penghimpunan yang lebih baik. Berbagai program seperti Kado Ramadan, Tebar Takjil, hingga Mudikmu Aman akan menjadi garda terdepan dalam pelayanan umat.
“Kami memohon kantor layanan di tiap PCM untuk memaksimalkan gerakan zakat dan infak melalui berbagai program,” ujar Thomi. Selain itu, semangat berbagi ini juga menyasar bantuan pembangunan kembali Palestina melalui program Safari Syekh.
Pada akhirnya, kombinasi antara tertib administrasi lewat Aplikasi SatuMU dan gerakan sosial Lazismu memperkuat dakwah Muhammadiyah. Sinergi ini menjadi modal besar bagi PDM Kota Semarang untuk memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Baca juga :
Menatap Masa Depan AI: Strategi Muhammadiyah Hadapi Ancaman Krisis Moral Digital
Tantangan Umat Islam di Era Digital: Melawan Hoaks dengan Literasi
Satu Data SatuMu: Masa Depan Transformasi Digital Muhammadiyah di Semarang