Update Persiapan Ramadhan 1447 H: Strategi Guru Muhammadiyah Semarang Siapkan Fisik dan Batin
SEMARANG TENGAH, muhammadiyahsemarangkota.org – Menyambut Persiapan Ramadhan 1447 H, ratusan pendidik di bawah naungan PDM Kota Semarang berkumpul untuk menyatukan visi spiritual. Langkah ini bertujuan agar ibadah tahun ini menjadi lebih berkualitas, bermakna, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah.
Kegiatan ini berlangsung di Masjid At-Taqwa Muhammadiyah Indraprasta pada Jumat (06/02/26). Para guru dari SD M 06 hingga SMK M 1 Semarang hadir untuk menata hati sebelum fajar bulan suci menyapa.
Tradisi Rutin Mempererat Ukhuwah Pendidik
Sekretaris Dikdasmen dan PNF PDM Kota Semarang, Drs. Fachun Hasyim, M.Si., membuka acara dengan menekankan pentingnya silaturahmi. Ia menegaskan bahwa pengajian ini adalah tradisi positif yang terjaga setiap tahun.
Melalui pertemuan ini, para pendidik dapat memperkuat ikatan emosional antar-sekolah. “Momentum ini sangat penting untuk sinkronisasi hati sebelum kita fokus beribadah satu bulan penuh,” ujar Fachun di hadapan peserta.
Menyiapkan Ilmu dan Pendidikan Karakter Islami
Selaras dengan hal tersebut, Wakil Ketua PDM Kota Semarang, Dr. H. Bunyamin, M.Pd., mengingatkan agar para guru tidak melupakan bekal ilmu. Ia mengajak pendidik untuk kembali mempelajari pedoman puasa agar ibadah memiliki esensi yang kuat.
Pendidik memikul tanggung jawab besar dalam memberikan Tips puasa sehat dan benar kepada para siswanya. Pemahaman yang mendalam akan membantu guru menanamkan Pendidikan karakter Islami melalui keteladanan nyata di sekolah.
“Kita harus menyiapkan segalanya, mulai dari ibadah, kesehatan, hingga ilmu pendukungnya,” tegas sosok yang membidangi Dikdasmen tersebut. Ia menambahkan bahwa esensi puasa adalah melatih pengendalian diri dari perkataan dan tindakan yang buruk.
Menakar Awal Ramadhan 2026 Muhammadiyah
Suasana semakin khusyuk saat Ustaz Drs. H. Muchammad Afif memaparkan materi inti mengenai teknis ibadah. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan ruqyah pada 17 Februari, Awal Ramadhan 2026 Muhammadiyah kemungkinan besar jatuh pada 18 Februari 2026.
Penceramah ini juga memotivasi guru untuk memaksimalkan Amalan bulan Sya’ban sebagai ajang pemanasan. Rasulullah SAW mencontohkan umatnya untuk memperbanyak puasa sunnah sebelum memasuki rangkaian Persiapan Ramadhan 1447 H.
Sebagai penutup, ia mengingatkan bahwa guru adalah uswah hasanah atau teladan utama di kelas. Jika guru menunjukkan integritas saat berpuasa, maka siswa akan terinspirasi untuk melakukan hal serupa demi mewujudkan pendidikan yang berkemajuan.
Baca juga :
Ramadhan 2026 di Depan Mata: Inilah Persiapan Menyambut Ramadhan Agar Ibadah Maksimal
Hati-hati Cuma Dapat Lapar! Bongkar Rahasia Penentu Kualitas Ramadhan
Gebrakan Kesiapan Ramadhan: PDM Semarang Siapkan Dai Muda Muhammadiyah Berstandar Profesional