Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Satu Malam di Kediaman Wali Kota: Ada Pesan Langit Mengubah Cara Pandang Puasa

22 Februari 2026, 13:43 WIB 3 menit baca
Foto suasana ratusan jamaah pria dan wanita mengenakan pakaian muslim, duduk bersila di atas karpet merah di dalam aula besar Rumah Dinas Walikota Semarang. Di bagian depan, tampak seorang penceramah mengenakan batik cokelat dan peci hitam sedang memberikan tausiyah di balik podium kayu.
Ratusan jamaah memadati Rumah Dinas Walikota Semarang di Manyaran untuk melaksanakan shalat tarawih bersama jajaran PDM Kota Semarang pada Sabtu (21/2/2026). Momentum ini menjadi simbol kebangkitan spiritual kolektif sekaligus ruang ibadah yang inklusif bagi seluruh warga Semarang.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Pernahkah Anda membayangkan kekhusyukan shalat tarawih yang menyatu dengan hangatnya suasana kekeluargaan di kediaman pemimpin kota? Buktinya, ratusan jamaah memenuhi barisan saf di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Manyaran, pada Sabtu (21/2/2026) malam. Momentum langka ini menyatukan para pimpinan daerah Muhammadiyah hingga anak-anak dalam satu irama ibadah yang sangat menyentuh hati.

Semangat yang tumpah ruah di Manyaran tersebut menunjukkan betapa besarnya kerinduan masyarakat terhadap ruang ibadah yang inklusif dan terbuka. Alhasil, setiap sudut rumah dinas berubah menjadi lautan energi positif yang mempererat tali silaturahmi antarwarga. Pasalnya, tarawih bersama ini bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol kebangkitan spiritual kolektif bagi seluruh warga Semarang.

Hidayah: Kompas Spiritual Menuju Tujuan yang Benar

Selanjutnya, Dr. Bunyamin selaku Wakil Ketua PDM Kota Semarang mengupas tuntas mengenai esensi hidayah sebagai petunjuk utama bagi manusia yang sedang berpuasa. Buktinya, sosok penceramah ini menjelaskan bahwa hidayah adalah cara Allah mengantarkan hamba-Nya menuju tujuan hidup yang jauh lebih baik. Sang penceramah menekankan bahwa tanpa hidayah, puasa seseorang mungkin hanya akan berakhir sebagai rasa lapar tanpa makna.

Wakil ketua PDM ini mengingatkan bahwa setiap tarikan napas saat beribadah merupakan bentuk bimbingan langsung dari Sang Pencipta.

“Hidayah adalah petunjuk atau cara yang akan mengantarkan seseorang kepada tujuan yang baik selama Ramadan ini,” jelas Bunyamin di hadapan para jamaah.

Dampaknya, jamaah mulai menyadari bahwa kesempatan berdiri di saf tarawih malam itu merupakan anugerah hidayah yang tak ternilai harganya. Ternyata, menjaga konsistensi hidayah memerlukan komitmen hati yang kuat agar tetap istiqamah hingga garis finish Ramadan nanti.

Ikhlas Total: Rahasia Puasa yang Tak Terbeli Dunia

Kemudian, ulasan berlanjut pada pembahasan tentang ikhlas yang menjadi ruh utama dalam beragama dan menjalankan kewajiban puasa. Buktinya, agama menuntut kepatuhan total kepada Allah tanpa ada sedikit pun campuran motif duniawi yang mengotori niat. Sang penceramah mengutip Surah Al-Bayyinah ayat 5 untuk menegaskan bahwa hanya ketaatan yang tulus yang mampu mengetuk pintu langit.

Puasa pada hakikatnya adalah sarana pengendalian diri yang Allah berikan untuk melatih kesabaran seorang hamba di tengah ujian.

“Agama pada dasarnya mengandung makna kepatuhan manusia secara total kepada Allah tanpa disertai pertimbangan motif lain yang bersifat duniawi,” tegas sosok penceramah tersebut.

Oleh karena itu, puasa sering kali identik dengan sikap sabar karena keduanya menuntut manusia untuk menahan diri dari segala godaan. Sejatinya, Allah sendiri yang akan memberikan ganjaran langsung bagi siapa saja yang berpuasa dengan hati yang bersih dan penuh kepasrahan.

Antusiasme Jamaah: Harapan Baru di Rumah Dinas Wali Kota

Terakhir, salah satu jamaah bernama Ilham Nugraha menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan beribadah di lingkungan yang begitu representatif. Buktinya, kehadiran pimpinan Muhammadiyah dan warga umum menciptakan sinergi semangat yang luar biasa untuk terus konsisten beribadah. Maka dari itu, pelaksanaan tarawih di rumah dinas ini menjadi bukti nyata bahwa semangat keagamaan di Semarang semakin tumbuh subur.

Ilham berharap momentum penuh berkah ini bisa memantik semangat yang stabil bagi seluruh umat hingga akhir bulan suci nanti.

“Harapannya ke depan pada bulan Ramadan ini kita senantiasa bisa selalu semangat beribadah hingga akhir nanti,” tutur Ilham dengan penuh antusias.

Tarawih di Manyaran ini meninggalkan pesan mendalam bahwa derajat takwa hanya bisa tercapai melalui jalur keikhlasan yang kokoh. Sejatinya, kemenangan Ramadan bukan tentang di mana kita shalat, melainkan tentang seberapa bersih hati kita saat menghadap-Nya. Mari kita jadikan setiap sujud malam ini sebagai langkah nyata menuju pribadi yang lebih bertaqwa!

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: